KBK – Kantor Berita Kalimantan
Home » Seni Banjar Wayang Orang dan Kuda Gepang Carita Mulai Tenggelam
UMUM

Seni Banjar Wayang Orang dan Kuda Gepang Carita Mulai Tenggelam

Budaya masyarakat Banjar, seperti wayang orang atau wayang gong, serta kuda gepang carita masih ada di Kalimantan Selatan. Namun, jarang ada kesempatan tampil dan ini tidak mustahil akan punah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian semua dan terutama pemerintah daerah (14/7/2018).

Kini sebagian besar generasi muda di Kalimantan Selatan merasa asing dengan budaya mereka seperti wayang orang atau wayang gong, mamanda , balamut, damar wulan dan lainnya. Mereka lebih mengenal seni lain seperti musik dan budaya asing lainnya. Terlebih di era gadget seperti sekarang, sebab para anak muda lebih asyik bermain game online dan sejenisnya melalui smartphone yang mereka miliki.

Kondisi ini kemudian juga diperparah dengan seringnya tampil musik organ tunggal dan sejenisnya yang ditampilkan oleh sebagian masyarakat ketika menggelar pesta, seperti pernikahan atau perkawinan. Hal itu berbeda sekali dengan puluhan tahun sebelumnya yang lebih menampilkan seni dan budaya lokal, seperti.wayang orang, mamanda, madihin atau bahkan musik panting.

Supriadi pimpinan grup wayang orang dan kuda gepang carita  Raden Sanjaya asal Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Kabupaten Tapin,  disela pementasan wayang orang di Kecamatan Sungai Tabuk , Kabupaten Banjar mengatakan, bahwa mereka biasa tampil diacara resmi atas undangan pemerintah daerah  serta  undangan di pesta pesta perkawinan di berbagai tempat, baik di kalimatan selatan, kalimatan tengah dan kalimantan timur .

 “Pembinaan atau bantuan dari pemerintah masih belum ada, tetapi grup wayang orang kami tetap berusaha tampil  dengan peralatan yang seadanya. Kami sudah sering mengajukan proposal bantuan ,tetapi hingga saat ini masih belum ada proposal permintaan bantuan yang disetujui atau dibantu,” ungkap Supriadi Sambil membetulkan Kostum wayang orang yang ia Pakai.

Menurut Supriadi, grup wayang orang Raden Sanjaya beranggotakan 30 orang yang terdiri dari pemain musik gamelan hingga para seniman.

“Biaya sewa pementasan wayang orang tidak mahal, untuk di Wukayah Kabupaten Tapin biaya sekitar 3 juta lima ratus ribu rupiah dan Banjarmasin sekitar 5 juta rupiah. Biaya sewa sangat bergantung jarak yang harus kami datangi untuk tampil,” tandasnya lagi.

Editor :
Penulis :

Berita Terkait

Leave a Comment