Nasib Kakek Tua Pembuat Rakit Bambu di Sungai Martapura

Image default
Budaya Ekonomi Publik Teknologi

KBK-Martapura : Nasib Kakek Tua Pembuat Rakit Bambu di Sungai Martapura. Peminat Rakit Bambu Sekarang Ini Sangat Sedikit, Apalagi Ada Program Menghapus Jamban Apung (2/8/2018).

Melalui Usia Senja tetap semangat bekerja membuat raking bambu telah dijalani Kakek Jarkasi berusia 78 tahun. Ia telah melakoni membuat rakit bambu sudah 36 tahun dan bisa menafkahi keluarga dengan pekerjaan halal penuh rasa syukur.

Kakek ini menceritakan pengalamannya bekerja sejak muda yang dianggapnya sederhana, namun punya berkah bagi keluarga. Ia mengaku dimasa mudanya bekerja sebagai pengayuh perahu yang mengangkut penumpang di Sungai Martapura. Bahkan dulu, karena jalan darat masih sulit dan kendaraan bermotor masih sangat langka ia mengayuh perahu dari Martapura sampai ke Banjarmasin.

 

Setelah itu Jarkasi muda bekerja serabutan di Banjarmasin selama dan akhirnya memilih berdagang sayur ke Banjarbaru. Setiap hari dengan mengendarai sepeda ontel ia berdagang sayur di Pasar Banjarbaru. Ia berangkat sejak pukul 03.00 Wita dari Desa Tangkas menuju Banjarbaru. Ketika Kakek Jarkasi merasa sudah agak tua dan banyak yang lebih muda berjualan sayur, maka ia memutuskan berhenti.

” Setelah berhenti berjualan sayuran, saya memutuskan melanjutkan usaha orangtua membuat rakit bambu di tepi Sungai Martapura yang tepat diseberang rumah,” tuturnya sambil bekerja.

Kakek yang sudah terbilang usia senja ini menceritakan pengalamannya sambil tetap bekerja dengan cekatan menyusun rapi rakit bambu. Ia mengangkat bambu-bambu yang ada dan mengukur agar sama panjang. Untuk itu gergaji selalu siap ditangannya.

Mengenai bahan baku bambu untuk pembuatan rakit ini, kakek yang sudah punya buyut ini mengatakan berasal dari Pengaron. Agar sampai ke Desa Tangkas, Martapura bambu-,bambu ini dihanyutkan melalui aliran Sungai.

Baca juga  BIOGRAFI SULTAN HAJI KHAIRUL SALEH AL- MU'TASHIM BILLAH

“Dari Pengaron ke Martapura perlu waktu dua hari hingga sampai tujuan di Desa Tangkas,”ujarnya.

Menurutnya bahan baku bambu masih banyak tersedia di Pengaron dari dulu hingga sekarang tidak habis. Untuk itu ia mengaku tidak perlu khawatir tentang bahan baku. Tetapi, ia merasa minat masyarakat terhadap rakit bambu semakin tahun semakin turun. Hal itu menurutnya karena sebagian besar masyarakat tidak lagi mandi di sungai dan membuat jamban.

“Dulu di Banjarmasin, seperti kawasan di Sungai Jingah, Pasar Lama dan lainnya banyak terlihat rakit bambu, tapi sekarang sangat jarang,”ujarnya mengingat masalalu sambil tersenyum.

Ia juga sadar, berkurangnya rakit bambu di sungai tersebut sebagai dampak dari kemajuan jaman. Sebagian masyarakat tidak lagi mandi sungai yang ada rakit bambu, lanting dan jamban apung. Apalagi ungkapnya, sekarang pemerintah melaksanakn penghapusan jamban apung. Walau begitu ia tidak terlalu memikirkannya, tetapi tetap bekerja.

Kemudian Kakek Jarkasi menuturkan mengapa ia terlihat sehat, lincah dan tetap semangat bekerja. Menurutnya, pandai-pandailah mensyukuri rejeki yang diberi oleh Yang Maha Kuasa. Bekerjalah dengan tulus dan ikhlas, jangan terlalu banyak berpikir, tetapi lebih banyak bekerja dan lebih banyak bersyukur.

“Kalau saya bekerja, saya terlalu tidak perlu banyak berpikir, tetapi lebih konsentrasi pada pekerjaan,”jelasnya.

Walaupun menurut Jarkasi bekerja membuat rakit bambu tidak akan membuatnya kaya, tetapi ia punya penghasilan yang halal untuk keluarga. Selain bekerja sebagai pembuat rakit bambu untuk biaya hidup kakek ini tetap bekerja sebagai petani di sawah.

Pada bahkan akhir Jarkasi menceritakan juga harga rakit bambu yang ia buat. Untuk rakit bambu ukuran biasa harganya sekitar Rp 500 ribu. Sedangkan yang lebih besar dan lebih banyak bambunya bisa mencapai Rp 1 juta bahkan lebih.

Baca juga  Antara Menebas dan Menebar Korupsi

“Walau berkurang pesanan atau pembeli rakit bambu, tapi masih ada dan saya tetap bersyukur,”pungkasnya.

Related posts

Inilah Calon Anggota KPU Kalsel yang Lolos Tes CAT

admin

Sunatan Massal Gratis di Kecamatan Karang Intan

admin

Kakek Tabrani Meninggal Diatas Loteng

admin

Perkawinan Tidak Tercatat Haram

admin

Gugatan H. Sani ke PTTUN Hanya Tinggal Rencana dan Tidak Terbukti

admin