16 Sekolah di Kabupaten Banjar Sabet Penghargaan Adiwiyata 2025
KBK.NEWS MARTAPURA – Kabupaten Banjar kembali membuktikan diri sebagai “gudang” sekolah peduli lingkungan. Komitmen kolektif insan pendidikan dalam menjaga bumi berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata 2025 oleh belasan sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat Kabupaten hingga Nasional.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, sebagai apresiasi tinggi atas dedikasi sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Rincian Prestasi: Dari Kabupaten Hingga Nasional
Tahun ini, sebaran prestasi sekolah di Kabupaten Banjar terbagi dalam tiga kategori utama:
-
- Tingkat Nasional: Tiga sekolah berhasil mengharumkan nama daerah di kancah nasional, yaitu SDN Sungai Alang 2 Karang Intan, SMP Darul Hijrah Puteri Martapura, dan SMPN 1 Pengaron.
- Tingkat Provinsi: Dua sekolah sukses meraih Adiwiyata tingkat Kalimantan Selatan, yakni SDN Keliling Benteng Ilir dan SDN Lok Buntar.
- Tingkat Kabupaten: Sebanyak 11 sekolah berhasil memenuhi standar Adiwiyata Kabupaten, mulai dari MIN 8 Banjar hingga SMPN 2 Simpang Empat.
Daftar Lengkap Penerima Adiwiyata Kabupaten 2025:
MIN 8 Banjar, SD Al Muhamadiyah Martapura, SDN Gambut 4, SDN Gudang Hirang 1, SDN Kecil Kiram, SDN Kertak Hanyar 1-1, SDN Sekumpul 1, SMPN 6 Karang Intan, SMPN 1 Aranio, SMPN 2 Astambul, dan SMPN 2 Simpang Empat.
Lebih dari Sekadar Seremonial: Apa yang Dinilai?
Meraih predikat Adiwiyata bukanlah perkara mudah. Tim penilai membedah sekolah melalui tiga aspek ketat:
-
-
- Perencanaan Matang: Bagaimana isu lingkungan masuk ke dalam visi, misi, dan kurikulum belajar siswa.
- Aksi Nyata (Pelaksanaan): Menilai inovasi pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, penghijauan, hingga kebersihan sanitasi.
- Monitoring & Evaluasi: Memastikan bahwa budaya ramah lingkungan bukan sekadar “proyek sesaat”, melainkan perilaku yang menetap pada seluruh warga sekolah.
-
Komitmen Pembinaan yang Berkelanjutan
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Ahmad Bayhaqie, melalui Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Khairul Nuryanti, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif.
”Capaian ini adalah hasil pembinaan berkesinambungan—mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis dokumen, hingga visitasi langsung ke lapangan,” jelas Nuryanti.
Beliau menekankan bahwa inti dari Adiwiyata bukanlah fasilitas sekolah yang mewah, melainkan perubahan perilaku. Sekolah yang telah meraih penghargaan diharapkan menjadi “sekolah imbas” yang mampu menularkan virus positif lingkungan kepada sekolah-sekolah di sekitarnya.
“Keberhasilan program ini ditentukan oleh komitmen dan kepedulian bersama, bukan semata kelengkapan fasilitas,” pungkasnya.
