
Foto X (Twitter)
KBK.News, JAKARTA–Tren “Joget THR” tengah viral di media sosial saat perayaan Lebaran 2025. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan gerakan maju mundur yang dinamis, seringkali dilakukan saat momen pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, muncul perdebatan setelah sejumlah warganet menyebut gerakan tersebut mirip dengan tarian tradisional Yahudi, Hora.
Kemiripan dengan Tarian Yahudi
Tarian Hora merupakan tarian tradisional yang sering dilakukan dalam perayaan komunitas Yahudi di berbagai belahan dunia. Gerakannya melibatkan langkah-langkah cepat dan formasi lingkaran, yang bagi sebagian orang dinilai serupa dengan Joget THR yang kini sedang tren.
Perbincangan tentang hal ini ramai dibahas di berbagai platform media sosial, termasuk X (sebelumnya Twitter), dengan sejumlah warganet mengunggah video perbandingan antara Joget THR dan Hora.
Seorang pengguna X menuliskan, “Baru sadar, kok tarian ini mirip banget sama tarian Yahudi ya? Apa mungkin terinspirasi dari sana?” Sementara itu, ada juga yang berkomentar, “Tidak ada yang salah dengan Joget THR, ini hanya tarian yang membawa kebahagiaan.”
Bunda Corla Beri Klarifikasi
Di tengah kontroversi ini, selebgram Bunda Corla angkat bicara. Melalui unggahan Instagram-nya, ia menegaskan bahwa Joget THR bukanlah tarian Yahudi, melainkan berasal dari Finlandia.”Biar tidak keliru, yang lagi trending ini aslinya tarian dari Finlandia, bukan dari negara mana pun. Jadi jangan asal menuduh,” kata Bunda Corla dalam videonya.
Namun, hingga saat ini belum ada sumber resmi yang mengonfirmasi asal-usul Joget THR secara pasti. Beberapa pengamat budaya menilai bahwa tren ini berkembang secara spontan di media sosial dan tidak terkait dengan budaya atau agama tertentu.
Reaksi Warganet dan Kesimpulan
Perdebatan mengenai Joget THR terus berlangsung. Sebagian warganet merasa tidak nyaman dengan kemiripan gerakan tarian tersebut dengan budaya tertentu, sementara yang lain menganggapnya sekadar hiburan yang tidak perlu dipermasalahkan.
Di sisi lain, ada juga yang mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. “Jangan gampang percaya hoaks. Joget ini cuma buat seru-seruan aja,” tulis seorang netizen.
Hingga kini, tren Joget THR masih terus menyebar di media sosial dan diadaptasi dalam berbagai versi. Bagaimana menurutmu? Apakah Joget THR benar-benar mirip tarian Yahudi, atau hanya kebetulan semata?
Penulis* Editor : Iyus
(Sumber X )