Edy Sound, Ikon Sound Horeg dari Banyuwangi yang Viral di Dunia Maya
KBK.News, BANYUWANGI– Sosok Edy Prasetyo atau yang lebih dikenal sebagai Edy Sound tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini viral berkat teriakannya yang khas: “Sound horeg, sound horeg!” yang kerap terdengar dalam acara hiburan rakyat, karnaval, dan pesta kampung.
Jargon tersebut kini melekat erat dengannya dan menjadikannya ikon sound horeg, sebuah istilah yang merepresentasikan dentuman bass keras dan nuansa hiburan rakyat yang meriah.
Edy bukan nama baru di kalangan penyedia jasa sound system di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
Ia adalah pemilik usaha penyewaan peralatan audio dengan nama “Edy Sound” yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia hiburan lokal. Yang membedakan Edy dari penyedia sound lainnya adalah gayanya yang penuh semangat dan teriakannya yang meledak-ledak di depan speaker raksasa.
“Sound horeg itu bukan soal keras-kerasan. Ini soal bagaimana bikin orang senang, joget, dan lupa sejenak dari beban hidup,” ujar Edy dalam satu kesempatan yang direkam dan kini viral di berbagai platform media sosial.
Kata “horeg” sendiri diyakini merupakan plesetan dari kata “hore” yang dikombinasikan dengan unsur bunyi “jeg”, representasi suara bass yang menghentak.
Istilah ini kemudian melekat menjadi ciri khas budaya pesta rakyat, terutama yang menggunakan speaker besar dan lagu-lagu remix atau koplo.
Fenomena Edy Sound melesat setelah video-videonya tersebar luas di media sosial. Potongan momen dirinya meneriakkan “Sound horeg!” sambil menggoyang-goyang kepala di depan susunan speaker besar menjadi bahan remix DJ, sound TikTok, hingga meme populer.
Tak butuh waktu lama, Edy pun menjelma menjadi ikon sound system jalanan, dijuluki netizen sebagai “Raja Sound Horeg dari Banyuwangi.”
Tak hanya menghibur, gaya Edy juga dinilai membawa identitas tersendiri bagi budaya musik jalanan Indonesia.
Ia dianggap berhasil memadukan semangat pesta kampung, musik EDM lokal, dan ekspresi khas masyarakat bawah menjadi sebuah bentuk hiburan baru yang jujur dan mengena.
“Saya enggak nyangka bisa sampai viral. Dulu niatnya cuma hibur warga kampung, sekarang malah sampai masuk remix-remixan dan meme. Tapi ya saya senang, berarti karya kita dihargai,” ucapnya merendah.
Dengan booming-nya fenomena “sound horeg”, Edy Sound menjadi contoh nyata bagaimana budaya akar rumput bisa bersaing di tengah gempuran industri hiburan modern.
Apa yang dimulainya dari jalanan kampung kini telah masuk ke layar-layar ponsel di seluruh Indonesia.