Ribuan Warga Lok Buntar Sungai Tabuk Bertahan di Tengah Banjir, Ke Mana Wakil Rakyat Mereka?
KBK.News, MARTAPURA – Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, kembali dilanda banjir parah. Ketinggian air yang merendam permukiman warga mencapai 100 hingga 200 sentimeter, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.
Berdasarkan update data kebanjiran per 2 Januari 2026, sebanyak 625 rumah terdampak, melibatkan 802 Kepala Keluarga dengan total 2.321 jiwa. Seluruh jalan desa terendam air dengan ketinggian bervariasi dari 5 hingga 110 sentimeter, membuat akses transportasi warga semakin sulit.
Tak hanya permukiman, banjir juga melumpuhkan sektor pendidikan dan pertanian.
Tercatat 2 PAUD, 2 TK Al-Qur’an, 1 SD, 1 Madrasah, dan 1 MTs terdampak.
Sebanyak 1.500 hektar kebun dan sawah ikut terendam.
Fasilitas umum sebanyak 3 titik, 1 Puskesdes, 1 masjid, 7 mushola, serta 17 jembatan desa berada dalam kondisi terdampak banjir. Sementara kantor desa dilaporkan masih aman.
Imas, perangkat Desa Lok Buntar, menyampaikan bahwa bantuan sementara telah diterima dari Bupati Banjar berupa mie instan dan air mineral.
“Alhamdulillah, sudah ada bantuan dari Pak Bupati berupa mie instan dan air mineral,” ujar Imas, Jumat (2/2/2026).
Namun saat ditanya terkait kehadiran wakil rakyat dari DPRD Kabupaten Banjar dapil setempat, Imas mengaku hingga kini belum melihat adanya anggota legislatif yang turun langsung ke lokasi.
“Kalau dari pihak DPRD, sejauh ini belum ada yang datang. Mudah-mudahan ke depan ada perhatian, karena Lok Buntar ini termasuk desa yang aksesnya cukup sulit,” katanya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga, mengingat peran anggota DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya berada di garis terdepan saat bencana melanda daerah pemilihannya.
Di tengah genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut, warga Lok Buntar hanya bisa berharap.
“Intinya kami berharap air cepat surut, dan semoga ada dermawan yang mau membantu masyarakat kami yang terdampak banjir,” tutup Imas.








