Banjir Lumpuhkan Ratusan Gudang Batu Bata di Gudang Tengah, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
KBK.NEWS, MARTAPURA —Banjir yang merendam Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, tidak hanya menggenangi rumah warga dan akses jalan, namun juga melumpuhkan sumber penghidupan utama masyarakat, yakni usaha gudang batu bata.
Pembakal Desa Gudang Tengah, M. Safwan, mengatakan bahwa sebagian besar warga desanya menggantungkan hidup dari usaha produksi batu bata, baik sebagai pemilik gudang maupun sebagai pekerja. Namun saat ini, hampir seluruh aktivitas ekonomi tersebut terhenti akibat terjangan banjir.
“Mata pencaharian warga kami didominasi pengusaha batu bata dan para pekerjanya. Saat ini ratusan gudang bata terendam banjir, sehingga usaha benar-benar lumpuh,” ujar Safwan, Sabtu (10/1/2026).
Safwan menyebutkan, kerugian yang dialami setiap pemilik gudang bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp60 juta per gudang. Jika dikalikan dengan ratusan gudang yang terdampak, total kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Kalau satu gudang saja bisa rugi puluhan juta, apalagi ini ratusan gudang. Kerugian materi sangat besar bagi warga kami,” katanya.
Di tengah kondisi sulit tersebut, Safwan berharap agar banjir segera surut sehingga aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan. Ia juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah memberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Kami berharap banjir segera surut, warga diberi kesabaran, dan semoga ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” ucapnya.
Safwan menegaskan, pihak desa akan terus memperjuangkan hak-hak warga, termasuk mengupayakan berbagai bentuk bantuan dan dukungan dari pihak terkait.
“Kami dari pemerintah desa akan selalu memperjuangkan hak warga kami. Bantuan-bantuan akan terus kami usahakan,” pungkasnya.
