KBK.NEWS RANTAU – Senyum haru terpancar dari wajah warga Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Kabupaten Tapin. Di tengah sisa-sisa genangan banjir yang melumpuhkan aktivitas, bantuan pangan mulai mengalir deras untuk menyambung hidup mereka.

​Pada Sabtu (10/1), Pemerintah Desa Keladan resmi menyalurkan 800 paket sembako hasil kolaborasi dengan pihak swasta. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari dua perusahaan perkebunan sawit, yakni PT Platindo Agro Subur (PAS) dan PT Kharisma Alam Persada (KAP).

Masyarakat Desa Keladan korban terdampak banjir menerima bantuan sembako dari PT. PAS, dan PT. KAP

​Gotong Royong dalam Penyaluran

​Proses distribusi bantuan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan perangkat desa hingga tingkat paling bawah. Penyerahan logistik bantuan dari kecamatan menuju Desa Keladan di serahkan langsung Kasi Pemerintahan kecamatan Candi Laras Utara Muhammad Fajeri. Menurut Fajeri kelancaran penyaluran ini tidak lepas dari semangat kerjasama dan gotong royong masyarakat.

BACA JUGA :  Pemkab Kotim Disarankan Siapkan Kebun Sawit Untuk Masyarakat

​”Kami melibatkan seluruh Ketua RT agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Harapannya, paket sembako ini bisa meringankan beban dapur warga yang saat ini masih dalam masa pemulihan pasca-banjir,” ungkapnya.

​Ekonomi Lumpuh, Bantuan Sangat Krusial

​Banjir yang melanda kawasan Candi Laras Utara dan Selatan memang memberikan dampak yang cukup telak. Camat Candi Laras Selatan (CLS) sekaligus Plt Camat CLU, Zaul Rahman, menyebutkan bahwa dukungan logistik menjadi hal yang paling mendesak saat ini.

​”Aktivitas ekonomi warga sempat lumpuh total akibat bencana ini. Dukungan logistik berupa sembako sangat krusial agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya,” tegas Zaul Rahman saat menerima bantuan secara simbolis.

​Pihak Pemerintah Desa Keladan memastikan akan terus melakukan pendataan ketat guna menjamin pemerataan bantuan, sehingga tidak ada warga terdampak yang terlewatkan. (Maskanah).