Iran Mencekam, Internet Diputus Total Saat Unjuk Rasa Meluas, Khamenei Singgung Campur Tangan Asing
KBK.News, TEHERAN – Situasi keamanan di Iran kian mencekam setelah gelombang unjuk rasa meluas ke berbagai kota sejak akhir Desember 2025.
Pemerintah Iran dilaporkan memutus akses internet secara nasional pada Kamis (8/1/2026) dini hari, seiring meningkatnya kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Kelompok pemantau internet global, NetBlocks, mencatat pemadaman internet terjadi hampir di seluruh wilayah Iran.
Hingga kini, otoritas setempat belum memberikan penjelasan resmi terkait durasi maupun alasan teknis pemutusan jaringan tersebut.
Aksi protes dipicu krisis ekonomi berkepanjangan, hiperinflasi, serta dampak sanksi internasional yang terus menekan kehidupan masyarakat.
Kerusuhan nasional ini disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan media internasional menyebutkan bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan telah menewaskan sedikitnya 21 orang. Di sejumlah kota, fasilitas umum dibakar, termasuk bus dan kendaraan dinas.
Kantor berita Tasnim merilis rekaman dari Kota Qazvin yang memperlihatkan seorang petugas keamanan diserang massa.
Disebutkan, petugas tersebut tidak bersenjata dan berupaya menenangkan situasi.
Di tengah eskalasi protes, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara.
Ia menuding kerusuhan yang terjadi bertujuan “menyenangkan kekuatan arogan dunia” dan menuding adanya campur tangan asing di balik aksi-aksi tersebut.
“Kekacauan ini bukan suara rakyat Iran, melainkan agenda musuh untuk melemahkan republik Islam,” ujar Khamenei dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal.
Sementara itu, tokoh oposisi di pengasingan, Reza Pahlavi—putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979—menyerukan warga Iran untuk melanjutkan aksi protes melalui unggahan video di media sosial X.
Hingga Jumat (9/1/2026), situasi di sejumlah kota besar Iran masih dilaporkan tegang, dengan pengamanan diperketat dan aktivitas masyarakat terganggu akibat terputusnya akses komunikasi.
*/ Berbagai sumber
