Donald Trump Dibalik Aksi Demonstrasi di Iran Dilawan
KBK.NEWS TEHERAN – Keterlibatan atau dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap aksi demonstrasi di Iran, terutama dalam konteks ketegangan yang meningkat pada awal 2026, memiliki beberapa tujuan strategis utama membahayakan Iran.
Pemerintah Iran secara konsisten menuduh AS dan sekutunya (seperti Israel) sebagai dalang di balik kerusuhan untuk melemahkan kedaulatan mereka. Namun, dari sudut pandang kebijakan luar negeri AS (khususnya di bawah pemerintahan Donald Trump yang menjabat kembali), tujuannya dapat dirinci sebagai berikut:
1. Tekanan Maksimum (Maximum Pressure)
AS menggunakan gelombang protes sebagai instrumen untuk menekan pemerintah Iran secara politik dan ekonomi. Tujuannya adalah memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan syarat yang jauh lebih berat bagi Teheran, terutama terkait:
- Program Nuklir: Penghentian total aktivitas pengayaan uranium.
- Rudal Balistik: Pengurangan pengembangan teknologi rudal jarak jauh.
- Proxy Regional: Menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hizbullah, Hamas, dan milisi di Irak/Yaman.
2. Upaya Perubahan Rezim (Regime Change)
Secara retoris, dukungan AS terhadap pengunjuk rasa (seperti ajakan untuk “mengambil alih institusi”) menunjukkan keinginan untuk melihat jatuhnya pemerintahan ulama di Iran. AS berharap ketidakpuasan rakyat terhadap ekonomi yang terpuruk (akibat inflasi dan anjloknya nilai mata uang Rial) dapat memicu revolusi yang mengganti sistem pemerintahan saat ini dengan sistem yang lebih pro-Barat.
3. Perlindungan Hak Asasi Manusia (Sebagai Dalih Intervensi)
Presiden Trump telah memperingatkan akan adanya “tindakan militer yang keras” jika pemerintah Iran terus mengeksekusi atau membunuh demonstran. Dalam hal ini, AS memosisikan diri sebagai penyelamat rakyat Iran.
- Tujuan: Memberikan legitimasi moral bagi AS untuk melakukan serangan udara terbatas atau serangan siber terhadap infrastruktur militer Iran dengan alasan melindungi warga sipil.
4. Mengisolasi Iran secara Internasional
Dengan mendukung demonstrasi, AS mencoba menarik simpati global dan meyakinkan sekutu-sekutunya untuk:
- Menerapkan kembali sanksi PBB secara penuh.
- Memutus hubungan dagang (ancaman tarif 25% bagi negara yang masih berbisnis dengan Iran).
Ringkasan Peristiwa Terkini (Januari 2026):
Saat ini, ketegangan sedang memuncak. Demonstrasi besar-besaran di Iran yang dipicu oleh krisis ekonomi (inflasi pangan mencapai 72%) telah ditanggapi dengan tindakan keras oleh aparat. Trump secara terbuka menyatakan bahwa “Bantuan sedang dalam perjalanan” kepada para demonstran, yang ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai persiapan untuk intervensi militer jika kekerasan terhadap warga sipil tidak dihentikan.
