KBK.NEWS TANJUNG TABALONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong memastikan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat akan menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026. Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp5 miliar telah disiapkan untuk menjamin puskesmas di seluruh wilayah Tabalong tidak lagi mengalami kekosongan stok obat.

​Langkah strategis ini diambil agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang tuntas di fasilitas kesehatan pemerintah tanpa harus terbebani biaya tambahan untuk membeli obat di luar.

Kebal Rasionalisasi Anggaran

​Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Husin Ansari, menegaskan bahwa pengadaan obat merupakan program vital yang sifatnya mendesak. Oleh karena itu, anggaran ini dipastikan aman dan tidak terkena dampak rasionalisasi atau pemotongan anggaran.

​”Kami ingin memastikan di setiap puskesmas tidak ada lagi obat yang kosong. Semua harus lengkap agar masyarakat terlayani dengan maksimal dan tidak perlu lagi membeli obat secara mandiri di luar puskesmas,” ujar Husin.

BACA JUGA :  Video Fatin Shidqia Masuk Desa

Sasar Layanan Puskesmas hingga Homecare

​Nantinya, distribusi obat-obatan ini akan mencakup seluruh puskesmas di Kabupaten Tabalong. Selain untuk pelayanan rutin, pengadaan ini juga difokuskan untuk mendukung program Homecare, sehingga pasien yang dirawat di rumah tetap mendapatkan pasokan obat yang memadai.

​Adapun jenis obat-obatan yang menjadi prioritas pengadaan adalah obat yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, di antaranya:

  • Analgesik: Paracetamol dan pereda nyeri lainnya.
  • Penyakit Tidak Menular: Obat darah tinggi (hipertensi) dan obat asam urat.
  • Obat-obatan Esensial: Berbagai jenis obat umum lainnya yang rutin digunakan pasien.

​Proses pengadaan akan dilakukan sesegera mungkin guna menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan di Bumi Saraba Kawa. Dengan ketersediaan obat yang terjamin, Dinkes Tabalong berharap kualitas derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat secara merata.

Source : Humas Tabalong