Sekolah Terendam Banjir, Siswa SDN Margasari Ilir 1 Terpaksa Belajar dari Rumah
KBK,NEWS RANTAU – Meski masa libur sekolah di Kabupaten Tapin secara resmi telah berakhir pada Senin (19/1), pemandangan berbeda terlihat di wilayah Margasari, Kecamatan Candi Laras Utara. Akibat luapan banjir yang merendam sejumlah ruang kelas, aktivitas belajar tatap muka di beberapa sekolah terpaksa dialihkan ke sistem daring.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Margasari Ilir 1. Hingga Kamis (22/1/2026), suasana sekolah masih nampak sepi dari aktivitas siswa kelas rendah.
Kesepakatan Bersama Demi Keamanan Siswa
Kepala SDN Margasari Ilir 1, Anita Rusmaida, menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan aktivitas tatap muka ini diambil khusus untuk murid kelas 1 dan 2. Keputusan ini lahir dari kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa yang merasa khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
”Karena murid kelas 1 dan 2 masih sangat kecil, orang tua meminta agar mereka belajar di rumah saja. Kami sepakat untuk menghindari risiko atau hal-hal yang tidak diinginkan mengingat air masih merendam ruang kelas,” ujar Anita pada Kamis siang.
Tetap Produktif Meski Lewat Gawai
Meski tidak datang ke sekolah, Anita menegaskan bahwa proses pendidikan tidak lantas terhenti. Para guru tetap memberikan materi dan tugas secara berkala melalui jaringan internet agar para siswa tidak tertinggal pelajaran.

”Banjir tidak menghentikan proses belajar-mengajar. Hanya sistemnya saja yang kami ubah dari tatap muka menjadi daring. Para murid tetap mendapatkan materi dan belajar dari rumah masing-masing,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak sekolah terus memantau kondisi debit air dengan harapan aktivitas belajar di sekolah dapat segera kembali normal bagi seluruh siswa. (Maskanah)
