KBK.News, BANJARMASIN – Atlet dancesport Kota Banjarmasin peraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menyampaikan kekecewaannya terkait besaran bonus yang diberikan pemerintah daerah. Kekecewaan itu diungkapkan oleh Cinta Kajol, atlet dancesport sekaligus pengurus KONI Kota Banjarmasin.

Cinta mengungkapkan, beberapa hari setelah Porprov, para atlet dipanggil oleh pihak dinas untuk menandatangani berkas pencairan bonus. Dari berkas tersebut, atlet baru mengetahui nominal bonus yang akan diterima, meski hingga kini dana tersebut belum masuk ke rekening atlet.

“Kami dipanggil untuk menandatangani berkas dari dinas. Di situ baru terlihat nominal bonus yang akan kami terima, tapi sampai sekarang uangnya belum masuk ke rekening,” ujar Cinta kepada KBK.News, Senin (26/1/2025).

Ia mengaku kecewa karena nominal bonus yang diterima atlet justru mengalami penurunan dibandingkan ajang sebelumnya. Padahal, menurutnya, capaian prestasi kali ini menjadi catatan sejarah baru bagi Kota Banjarmasin.

“Ini cukup mengecewakan karena sebelumnya bonus selalu mengalami peningkatan. Tapi kali ini justru menurun, sementara kami berjuang habis-habisan membawa nama Kota Banjarmasin,” katanya.

BACA JUGA :  Rumah Ambruk di Kelayan A Banjarmasin, 9 Jiwa Terdampak

Cinta menegaskan, bonus seharusnya menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya pribadi demi prestasi daerah.

“Menurut saya, bonus adalah bentuk penghargaan pemerintah kepada atlet. Jadi wajar kalau kami merasa kecewa ketika nominalnya turun,” ucapnya.

Ia juga menyoroti minimnya pelibatan KONI Kota Banjarmasin dalam proses penentuan maupun penyerahan bonus tersebut. Hal ini dinilainya cukup mengejutkan, mengingat dirinya juga merupakan bagian dari pengurus KONI.

“Saya cukup kaget karena KONI Kota Banjarmasin tidak dilibatkan dalam proses penyerahan bonus ini,” tuturnya.

Meski demikian, Cinta berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan tersebut. Ia secara khusus meminta Pemerintah Kota Banjarmasin, melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) bidang olahraga, untuk mengkaji ulang kebijakan bonus atlet.

“Saya berharap pemerintah kota, khususnya Disbudporapar Bidang Olahraga, bisa mengkaji ulang perihal bonus ini,” pungkasnya. (Masruni)