KBK.News, MARTAPURA – Pasca banjir yang melanda beberapa titik, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Banjar sempat mengalami kenaikan, terutama pada komoditas bawang, bumbu-bumbuan, dan daging. Namun, kenaikan tersebut dinilai tidak signifikan dan saat ini sebagian harga sudah kembali menurun.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah, saat ditemui terkait perkembangan harga pangan di tengah kondisi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.

“Memang sempat ada kenaikan, tapi rata-rata tidak signifikan. Untuk daging misalnya, kenaikannya sekitar Rp5 ribu. Sekarang pola konsumsi masyarakat sudah kembali normal, sehingga beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga,” ujar Rachmad Ferdiansyah, Senin (26/1/2025).

Menurutnya, dampak banjir terhadap harga bahan pokok sejauh ini relatif terkendali. Namun, ada satu komoditas yang tercatat mengalami kenaikan meski tipis, yakni beras lokal.

“Di Januari ini, harga beras memang naik sedikit, sekitar seribuan. Ini karena belum masuk musim tanam dan juga terkendala distribusi akibat banjir. Beberapa jalur transportasi di daerah sentra pertanian terendam, sehingga distribusi melambat,” jelasnya.

Rachmad menegaskan bahwa masyarakat Banjar mayoritas mengonsumsi beras lokal, bukan beras program pemerintah seperti SPHP atau beras Bulog. Oleh karena itu, fluktuasi harga beras lokal cukup berpengaruh di tingkat konsumen.

BACA JUGA :  Meskipun Kuota Belasan Ribu per-Tahun, Gas Melon di Kabupaten Banjar Tetap Langka

Untuk menjaga stabilitas pangan, Pemkab Banjar telah menyiapkan sejumlah rencana aksi. Di antaranya, perbaikan dan revitalisasi jalan pedesaan serta jalan usaha tani di wilayah sentra produksi padi, yang terdampak banjir.

“Untuk jalan usaha tani, sudah ada program dari Dinas Pertanian tahun ini. Sementara jalan kabupaten dan kecamatan juga sudah masuk dalam perhatian kawan-kawan OPD terkait,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan program pasar murah tetap akan digelar, terutama menjelang bulan Ramadan. Meski saat ini belum dapat dieksekusi karena kendala administrasi anggaran, Rachmad memastikan alokasinya sudah tersedia.

“Biasanya menjelang puasa pasti ada pasar murah, dan itu sudah ada alokasi anggarannya,” ujarnya.

Langkah lain yang disiapkan adalah penyediaan angkutan gratis bagi pelaku usaha dan pedagang, guna menekan biaya distribusi barang ke pasar.

“Dengan angkutan gratis ini, diharapkan beban biaya transportasi berkurang, sehingga harga jual ke konsumen bisa lebih murah,” tutup Rachmad.