”Viral Coretan ‘Proyek Anjeng’ di Lokasi RS Tipe D Gambut, Sinyal Proyek Terbengkalai?”
KBK.NEWS MARTAPURA – Harapan masyarakat Kecamatan Gambut untuk memiliki fasilitas kesehatan baru kini diselimuti ketidakpastian. Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D milik Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar diduga kuat terbengkalai. Pantauan di lapangan pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan kondisi lahan yang mati suri tanpa aktivitas konstruksi sedikit pun.
1. Lokasi Tanpa Aktivitas dan Tanpa Identitas
Proyek tahap pertama berupa pematangan lahan (pengurukan dan pembersihan) yang menelan anggaran fantastis senilai Rp10 miliar tersebut tampak sepi. Tidak ada alat berat maupun pekerja yang terlihat di lokasi.
Hal yang paling mencolok adalah pelanggaran prinsip transparansi publik: tidak ditemukannya papan informasi proyek di area pembangunan. Padahal, sesuai regulasi, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib memampang identitas pelaksana dan nilai kontrak secara jelas.

2. “Proyek Anj*ng”: Cermin Kekecewaan di Lapangan
Sebuah fenomena unik sekaligus miris terlihat di sebuah pondok peristirahatan pekerja. Di sana, terpampang tulisan bernada kasar, “Proyek Anjeng”, yang diduga kuat merupakan luapan emosi dari para pekerja setempat.
Coretan tersebut seolah memperkuat desas-desus yang beredar bahwa kontraktor pelaksana telah meninggalkan tanggung jawabnya atau “kabur”. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai status keberadaan kontraktor tersebut.
3. Kontradiksi Janji dan Realita
Padahal, proyek ini merupakan hasil hibah lahan seluas 2 hektare dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H. Rusli. Pada Mei 2025, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang kini menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Dr. Noripansyah, sempat menyatakan optimismenya.
”Karena kondisi lahan berupa rawa, pengerukan dan pengurukan harus dilakukan terlebih dahulu. Targetnya rampung pada Desember 2025 menggunakan dana APBD,” ujar Dr. Ipan saat itu.
Namun, memasuki akhir Januari 2026, janji tersebut menguap. Lahan yang seharusnya sudah siap bangun justru masih berupa hamparan rawa yang belum tertangani sepenuhnya, meskipun Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, sempat melakukan peninjauan langsung beberapa waktu lalu.
4. Pihak Berwenang Masih Bungkam
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan, H. Noripansyah, melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons terkait mandeknya proyek strategis daerah tersebut.
Publik kini menunggu kejelasan atas penggunaan dana miliaran rupiah tersebut. Mengingat medan lahan rawa memerlukan biaya tinggi, pengawasan ketat seharusnya menjadi prioritas agar uang rakyat tidak terkubur sia-sia di balik lumpur Gambut.
