KBK.News, MARTAPURA – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H. Irwan Bora, menunjukkan sikap tegas menyikapi viralnya kondisi proyek rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura senilai Rp 8 miliar yang dinilai memprihatinkan dan jauh dari harapan publik.

Hal itu disampaikan Irwan Bora usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Banjar dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, terkait temuan lapangan berupa genangan air kotor hingga menyerupai kubangan di kawasan taman yang baru direhabilitasi.

“Secara kasat mata, secara de facto di lapangan, kondisi ini sangat mengganggu dan mengusik rasa keadilan masyarakat. Ini depan mata kita, dan sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD tentu tidak bisa tinggal diam,” tegas Irwan Bora.

Ia menyebutkan, RDP kali ini belum menghasilkan kesimpulan final lantaran Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Baihaqi, tidak dapat hadir dengan alasan tugas lain yang dianggap lebih penting. DPRD pun memastikan akan menjadwalkan ulang RDP pada Sabtu mendatang.

Namun demikian, Irwan Bora menekankan bahwa DPRD telah mencatat banyak kejanggalan serius, khususnya terkait perencanaan proyek.

“Kami mempertanyakan secara serius, konsultan perencanaan ini seperti apa? Kok hasil pekerjaannya bisa seperti ini, taman berubah jadi kubangan,” ujarnya dengan nada keras.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kinerja BPBD Banjar, Komisi IV DPRD Banjar Gelar RDP

Lebih lanjut, Irwan mengungkap fakta yang dinilai janggal, bahwa konsultan perencana ditunjuk langsung oleh PPK, yang juga Kepala Dinas DPRKPLH, dan latar belakang keilmuan konsultan tersebut pun dipertanyakan.

“Jangan sampai konsultan perencana ini lisensinya bukan dari disiplin teknik, tapi justru sarjana hukum Islam. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, karena secara logika teknis, hasil pekerjaan ini tidak masuk akal,” katanya.

Ia juga menyinggung aksi simbolik Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjar, M. Hasan Hamdan, yang sempat menanam padi di area RTH CBS sebagai bentuk sindiran keras atas kondisi taman yang becek dan tidak layak.

“Itu sindiran yang sangat keras dan sangat memalukan. Tidak pantas proyek sebesar ini berakhir seperti itu,” tegas Irwan.

Dalam kesempatan itu, Irwan Bora juga mengapresiasi langkah cepat Bupati Banjar yang telah memanggil Kepala DPRKPLH untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Kami mendengar langsung kesimpulan dari Asisten Pak Iwan, bahwa Bupati Banjar sudah mengambil langkah tegas dengan memanggil Kepala Dinas. Penyedia atau pihak ketiga harus mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya di CBS,” tandasnya.