KBK.News, MARTAPURA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDESI Merah Putih menegaskan komitmennya dalam mendukung dan menyukseskan Program Strategis Nasional yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa, Senin (9/2/2026) siang di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar.

Hal tersebut disampaikan Endang Sudrajat, selaku Ketua Bidang Pengembangan Energi, Pertambangan, dan Perdagangan DPP APDESI Merah Putih, saat menghadiri pertemuan bersama para perwakilan kepala desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Endang menjelaskan, kehadirannya merupakan bagian dari tugas organisasi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat ke daerah, khususnya dalam menyosialisasikan dan mengawal berbagai program strategis nasional, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kami di DPP APDESI Merah Putih ingin menjadi perpanjangan lidah dan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam menyukseskan program strategis nasional. Salah satunya melalui Koperasi Desa Merah Putih yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat grassroot,” ujarnya.

Ia mengakui, dalam implementasinya, KDMP masih menghadapi berbagai polemik di lapangan, mulai dari persoalan lahan, pendirian koperasi, hingga keterkaitan dengan program lain seperti MBG dan BUMDes. Namun demikian, menurutnya, program ini memiliki potensi besar dalam mendorong perputaran ekonomi desa.

Endang menegaskan bahwa KDMP sejalan dengan visi besar Astacita Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan desa sebagai motor penggerak perekonomian nasional.

“Agar perekonomian Indonesia benar-benar bergerak dari desa. Melalui KDMP, ekonomi kerakyatan bisa berjalan nyata dan tidak lagi dikuasai oligarki-oligarki yang selama ini merampok kekayaan republik, khususnya di desa-desa,” tegas Kepala Desa Kolam Kanan ini.

BACA JUGA :  Polres Batola Lakukan Olah TKP Kasus Pencurian Plasma Sawit di Desa Kolam Kanan

Ia menjelaskan, konsep koperasi memungkinkan masyarakat desa memenuhi kebutuhan pokok di wilayahnya sendiri. Melalui sistem simpanan pokok dan simpanan wajib, koperasi akan menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang nantinya dikembalikan kepada anggota.

“Uang dari masyarakat akan kembali ke masyarakat. Inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya, bukan kembali ke segelintir pihak,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, serta Kepala Desa Awang Bangkal Barat, Haji Pajrul, yang mendapatkan apresiasi langsung dari Endang Sudrajat atas dukungan dan fasilitasi kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Banjar, Kasmayuda, menyambut positif kehadiran dan gagasan yang dibawa oleh APDESI Merah Putih. Menurutnya, seluruh organisasi desa pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“APDESI Merah Putih, APDESI, PAPDESI, maupun PPDI, semuanya punya tujuan yang baik untuk desa. Tinggal bagaimana nanti pengurus di bawah bisa bersatu dan menjalankan program secara maksimal,” ujarnya.

Ia menilai, APDESI Merah Putih menawarkan sejumlah program yang menjanjikan dan berpotensi memberikan dampak positif bagi desa, selama dijalankan dengan komitmen dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Kasmayuda juga menambahkan bahwa di tingkat pusat saat ini terdapat beberapa kepengurusan APDESI, dengan legalitas dan SK yang berbeda, namun seluruhnya tetap memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan desa.

“Pada intinya semua organisasi desa itu tujuannya baik. Tinggal bagaimana implementasinya di lapangan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.