KBK.NEWS ​MARTAPURA – Proyek betonisasi jalan di kawasan Sekumpul, Kecamatan Martapura, berakhir gagal total setelah kontraktor pelaksana, CV Bagas, melarikan diri dan meninggalkan pekerjaan dalam kondisi terbengkalai. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora, melayangkan protes keras kepada Pokja Lelang Pemkab Banjar.

​Proyek yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD ini dilaporkan hanya mencapai progres 18 persen. Kegagalan ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga setempat yang telah lama menantikan perbaikan akses jalan.

​Rekam Jejak Buruk Kontraktor

​Irwan Bora mengungkapkan kegeramannya lantaran CV Bagas tetap dimenangkan dalam proses tender, meski memiliki rekam jejak yang buruk.

  • ​Nilai Kontrak: Pagu proyek sebesar Rp715 juta, ditawar oleh CV Bagas senilai Rp568 juta.
  • ​Masalah Sebelumnya: CV Bagas disebut pernah gagal menyelesaikan proyek di Sungai Musang beberapa bulan sebelumnya.
  • ​Status Daftar Hitam: Kontraktor tersebut diduga telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) di Dinas PUPRP dan Perkim Kabupaten Banjar.
BACA JUGA :  Saat Paripurna, Tujuh Fraksi DPRD Banjar Desak Kadinsos Banjar Disanksi Tegas Oleh Bupati

​”Ini ada apa dengan Pokja? CV Bagas itu nyata-nyata rekam jejaknya buruk. Saya dapat info kontraktor ini sudah di-blacklist, tapi kenapa masih dimenangkan?” tegas politisi Partai Gerindra tersebut, Selasa (10/2/2026).

​Tudingan Politis dan Upaya Hukum

​Lebih jauh, Irwan menuding adanya motif politik di balik keputusan Pokja lelang. Ia merasa nama baiknya dan partai sengaja disudutkan di mata masyarakat karena proyek aspirasi tersebut gagal terealisasi.

​”Saya ingatkan Pokja lelang, jangan bermain politik. Akibat kegagalan ini, masyarakat menilai saya hanya menebar janji manis. Anda salah pilih lawan,” ujar Irwan dengan nada keras.

​Sebagai langkah tegas, Irwan Bora berencana melaporkan kasus ini ke Krimsus Polda Kalsel untuk mengusut adanya dugaan permainan dalam proses pemenangan tender.

​Respons Pihak Terkait

​Hingga berita ini diturunkan, Ketua Pokja Lelang Pemkab Banjar, Ahyar, belum memberikan penjelasan resmi. Meski saluran teleponnya dalam keadaan aktif, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media tidak mendapatkan respons.