KBK.News, MARTAPURA – Laga semifinal Liga 4 Kalimantan Selatan berlangsung dramatis saat Persemar Martapura menghadapi Putra Plaosan Martapura di Stadion Demang Lehman, Kabupaten Banjar. Setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal, pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti yang menegangkan, Kamis (12/2/2026).

Dalam duel tos-tosan tersebut, Persemar akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3, sekaligus mengunci tiket ke partai final Liga 4 Kalsel.

Manajer Persemar, H Muhammad Rofiqi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pemain atas perjuangan yang ditunjukkan sepanjang pertandingan. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi final kedua bagi Persemar, setelah sebelumnya saat kompetisi masih bernama Liga 3.

“Pertama saya berterima kasih kepada seluruh jajaran pemain. Ini merupakan final kedua bagi kita. Dulu namanya Liga 3, sekarang Liga 4. Mudah-mudahan kita bisa juara lagi seperti musim 2021-2022 lalu,” ujarnya.

Menurut Rofiqi, pertandingan semifinal tersebut benar-benar memacu adrenalin. Bahkan penentuan pemenang harus berlangsung hingga penalti terakhir. Ia berharap ke depan Persemar mampu kembali menembus Liga 3, mengingat Kabupaten Banjar memiliki stadion dengan standar yang sangat baik.

“Kita punya lapangan standar FIFA, salah satu yang terbaik di Kalimantan Selatan. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Tampil Menyerang Persemar Martapura di Babak Pertama Cetak 4 Gol di Gawang Persehan Marabahan

Sementara itu, Pelatih Kepala Persemar, Syaifullah Nazar, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menilai kemenangan tersebut tak lepas dari kerja keras dan mentalitas para pemain.

“Secara pribadi saya bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada pemain atas kerja keras luar biasa hari ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan, secara taktik tidak banyak perubahan yang dilakukan tim. Namun evaluasi terus dilakukan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, terutama untuk memperbaiki penurunan performa yang sempat terjadi.

“Kami lebih banyak menyentuh sisi emosional pemain dalam meeting sebelum pertandingan. Bagaimana mereka bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Alhamdulillah, hari ini semua tampil dengan performa bagus dan mental yang kuat. Mereka punya rasa tidak mau kalah, itu yang paling penting,” jelasnya.

Meski telah memastikan tempat di final, Syaifullah menegaskan evaluasi tetap menjadi fokus tim. Bersama jajaran pelatih, ia terus menganalisis kekurangan tim untuk diperbaiki di laga puncak nanti.

Di partai final, Persemar akan menghadapi Barabai FC yang sebelumnya sukses menumbangkan Persenus dengan skor 3-1. Pertandingan final diprediksi kembali berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen.