DKUMPP Bersama Polres Banjar Perketat Pengawasan Distribusi Pasar Murah
KBK.News, MARTAPURA – Pengamanan dan pengawasan distribusi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Banjar. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan kegiatan tersebut berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi persiapan yang digelar Polres Banjar bersama jajaran Pemkab Banjar, Jumat (13/2/2026), di Aula Lantai 1 Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
Rapat tersebut dihadiri unsur kepolisian, perwakilan kecamatan se-Kabupaten Banjar, Satpol PP, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Bagian Ekonomi Setda Banjar.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra menegaskan, kepolisian tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan kegiatan, tetapi juga melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pokok.
“Pasar murah ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami pastikan pengawasan berjalan maksimal agar distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujar AKP Rifandy.
Ia menjelaskan, melalui Unit Tipidter Satreskrim dan Unit Intelkam, pihaknya akan memantau harga serta pergerakan distribusi bahan pokok di lapangan selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan, penyimpangan distribusi, hingga permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Ini menjadi komitmen bersama lintas instansi dalam menjaga stabilitas pangan serta daya beli masyarakat Kabupaten Banjar selama bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti, menyampaikan bahwa pasar murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah menjelang Ramadan, saat permintaan bahan pokok cenderung meningkat.
Tahun ini, pelaksanaan pasar murah dipadatkan menjadi 10 hari dan dirangkai dengan kegiatan Safari Ramadan Kabupaten Banjar. Setiap harinya, dua kecamatan akan menjadi lokasi kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA.
“Skema ini dibuat agar jangkauan lebih luas namun tetap efisien dari sisi waktu dan anggaran,” jelas Linda.
Sebanyak 200 paket sembako disiapkan dengan dua pilihan. Paket 1 seharga Rp54.500 berisi telur, minyak goreng, gula, dan tepung. Sedangkan Paket 2 seharga Rp35.000 berisi susu, minyak goreng, gula, dan tepung. Distribusi telur akan menyesuaikan kondisi wilayah dan kebutuhan masing-masing kecamatan.
Sistem pembelian menggunakan kupon yang didistribusikan melalui kepala desa untuk memastikan penerima benar-benar masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya sembako, Dinas Ketahanan Pangan juga menyiapkan tambahan komoditas selama tiga hari pelaksanaan di titik terdekat pasar murah. Sebanyak 100 paket beras ukuran 4 liter disubsidi Rp5.000 per paket, sementara ikan hidup mendapat subsidi Rp10.000 per kilogram.
Dinas Pertanian turut dilibatkan sebagai pendukung teknis, dengan rekomendasi agar pendataan kebutuhan masyarakat dilakukan lebih awal sehingga komoditas yang dibawa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan sinergi lintas instansi tersebut, Pasar Murah Ramadan 1447 H diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di Kabupaten Banjar.
