Pohon Tumbang di Depan Masjid Alkaromah, DPRKPLH Banjar Pastikan Evaluasi dan Penanganan Diprioritaskan
KBK.News, MARTAPURA – Fenomena pohon tumbang kembali terjadi di Kota Martapura. Insiden yang terjadi pada Jumat (13/2/2026) di depan Masjid Alkaromah, Jalan Ahmad Yani, tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban, termasuk seorang anak kecil, serta merusak mobil yang tengah terparkir di lokasi kejadian.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjar, Hasan Hamdan. Ia turun langsung ke lokasi setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut dan menyampaikan keprihatinannya.
“Saya tadi langsung ke sana setelah mendapat informasi pohon tumbang di depan Masjid Alkaromah, di Jalan Ahmad Yani. Ada tiga korban, satu di antaranya anak kecil. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Hasan menegaskan, sejak periode pertamanya menjabat pada 2019, pihaknya telah berulang kali menyampaikan keluhan dan mengingatkan dinas terkait mengenai pentingnya penataan serta perawatan pohon di kawasan Martapura, termasuk kepada DPRKPLH Kabupaten Banjar, baik kepada kepala dinas sebelumnya maupun yang sekarang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPRKPLH Banjar, Akhmad Baihaqi, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan DPRD serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari Bapak Hasan. Kami juga turut prihatin atas musibah yang terjadi kemarin,” ujarnya.
Baihaqi menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah melakukan penebangan terhadap sejumlah pohon besar di pinggir Jalan Ahmad Yani Martapura. Bahkan, pohon yang tumbang di depan Masjid Alkaromah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rencana untuk dilakukan pemangkasan atau penebangan.
“Memang pohon di depan Masjid Alkaromah itu sudah direncanakan untuk dipangkas atau ditebang. Namun, antrean permohonan penebangan pohon di Kabupaten Banjar sangat banyak,” jelasnya.
Ia mengakui, keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan. Meski demikian, DPRKPLH memastikan seluruh laporan dan potensi bahaya tetap menjadi perhatian dan prioritas.
“Untuk prioritas, semuanya adalah prioritas kami. Namun karena personel kami tidak banyak, tentu harus dilakukan secara bertahap. Kami berharap masyarakat dapat bersabar,” tambahnya.
Ke depan, DPRKPLH Banjar berkomitmen untuk terus menerima masukan masyarakat serta melakukan evaluasi terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk merapikan dan menata pohon-pohon di Kabupaten Banjar agar tidak membahayakan masyarakat,” tegas Baihaqi.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin dan pendataan pohon-pohon tua di kawasan padat aktivitas, demi meminimalkan risiko serupa di kemudian hari.
