BREAKING NEWS: Timur Tengah Membara, Israel Serang Iran
KBK.News, JAKARTA – Timur Tengah kembali membara. Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan awal ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Ledakan dilaporkan mengguncang Teheran dan sejumlah kota lainnya, memicu kekhawatiran pecahnya perang besar di kawasan.
Dilansir Suara.com, langkah militer ini memperlebar konflik regional sekaligus semakin menjauhkan peluang penyelesaian sengketa nuklir Iran dengan Barat melalui jalur diplomasi.
Mengutip Al Arabiya, seorang pejabat pertahanan Israel menyebut operasi tersebut telah dikoordinasikan dengan Amerika Serikat. Serangan disebut telah dirancang selama berbulan-bulan, sementara waktu pelaksanaannya diputuskan beberapa pekan lalu.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal membumbung di beberapa titik ibu kota Iran.
Pemerintah Israel segera menutup sekolah dan tempat kerja serta menutup wilayah udaranya bagi penerbangan sipil. Iran dan Irak juga mengambil langkah serupa dengan menutup ruang udara mereka hingga waktu yang belum ditentukan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan serangan tersebut bertujuan menyingkirkan ancaman terhadap keamanan negaranya. Israel selama ini memandang program nuklir dan rudal balistik Iran sebagai ancaman eksistensial.
Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan Teheran tengah menyiapkan balasan dalam skala besar.
Iran memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di kawasan bisa menjadi target jika Washington terlibat langsung dalam konflik.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa serangan dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Menyusul eskalasi ini, Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan kebijakan berlindung di tempat (shelter in place) bagi seluruh personelnya serta merekomendasikan langkah serupa bagi warga negara Amerika.
Serangan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Israel dan Iran terlibat perang udara selama 12 hari pada Juni lalu.
Ketegangan meningkat setelah peringatan berulang dari AS dan Israel bahwa opsi militer akan ditempuh jika Iran melanjutkan program nuklir dan misilnya.
Padahal, AS dan Iran sempat membuka kembali jalur perundingan pada Februari untuk meredakan konflik puluhan tahun.
Namun Israel menuntut pembongkaran total infrastruktur nuklir Iran dan pembatasan program rudal, sementara Teheran menolak mengaitkan isu nuklir dengan misil meski bersedia membahas pembatasan dengan imbalan pencabutan sanksi.
Situasi kini berkembang cepat dan dunia menahan napas menanti respons lanjutan dari kedua negara.
*/
