Kelangkaan Beras Kemasan 5 Kg di Balikpapan ini Penyebabnya
BALIKPAPAN KBK.NEWS – Keluhan masyarakat Kota Balikpapan mengenai sulitnya mendapatkan beras kemasan 5 kilogram (kg) di pasaran akhirnya terjawab. Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh menipisnya stok pangan, melainkan strategi distribusi di tingkat produsen.
Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Senin (9/3/2026), terungkap bahwa stok beras di “Kota Minyak” sebenarnya dalam kondisi stabil. Namun, saat ini pasar didominasi oleh kemasan ukuran besar (25 kg).
Mengapa Kemasan 5 Kg Langka?
Japar Sidik menjelaskan ada beberapa faktor teknis yang membuat distributor enggan melepas kemasan kecil ke pasar:
-
- Efisiensi Biaya Produksi: Pengemasan ukuran 5 kg membutuhkan biaya tambahan untuk material plastik dan proses distribusi yang lebih kompleks dibandingkan kemasan 25 kg.
- Batas Harga Eceran Tertinggi (HET): Distributor harus memutar otak agar harga jual tetap sesuai aturan pemerintah (HET). Menjual dalam kemasan besar dianggap lebih efisien untuk menekan biaya operasional agar tidak melampaui batas harga tersebut.
”Alasannya teknis; biaya produksi kemasan kecil lebih tinggi. Jadi, distributor lebih memilih mengemas dalam ukuran 25 kilogram agar lebih efisien,” ungkap Japar.
Dampak Bagi Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah
DPRD Balikpapan menyayangkan kondisi ini karena membebani daya beli warga. Tidak semua rumah tangga memiliki anggaran atau kebutuhan untuk langsung membeli beras dalam jumlah besar.
Dua alasan utama mengapa kemasan 5 kg sangat dibutuhkan:
-
-
- Keterbatasan Anggaran: Masyarakat menengah ke bawah lebih memilih kemasan kecil agar sesuai dengan kemampuan keuangan harian atau mingguan.
- Kepraktisan: Untuk keluarga kecil, kemasan 25 kg dinilai kurang efisien dalam hal penyimpanan dan masa konsumsi.
-
Dorongan untuk Distributor
Menyikapi hal ini, Komisi II DPRD Balikpapan mendesak para distributor untuk segera menyeimbangkan ketersediaan ukuran kemasan di pasar.
”Kami mendorong distributor agar tetap menyediakan kemasan kecil. Jangan sampai masyarakat resah hanya karena mereka tidak mampu membeli ukuran besar, padahal stok barangnya ada,” tegas Japar.
Sumber: inibalikpapan.com
