Mantan Wapres Jusuf Kalla : Usut Pelaku Penyiraman Air Keras, Siapa yang Dirugikan Oleh Kegiatan Korban
KBK.NEWS – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Yusuf Kalla (JK) mengaku sangat prihatin atas teror penyiraman air keras terhadap aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Andrie Yunus, usut siapa pelaku dari siapa yang dirugikan korban Minggu (15/3/2026).
“Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan terjadi, dengan harapan polisi betul-betul,” ujar JK saat ditemui di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).
Kasus penyiraman air keras ini, beber JK seperti tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab hal itu juga pernah dialami Novel Baswedan saat bertugas sebagai penyidik KPK. Sedangkan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( KontraS ), Andrie Yunus tentu sangar terkait dengan kegiatannya akhir–akhir ini.
“Tentu ada hubungannya dengan kegiatan yang bersangkutan (Andrie Yunus – red), kita lihat siapa yang dirugikan begitu,” tegas Wapres RI ke – 10, Muhammad Yusuf Kalla.
Sebelumnya sejumlah aktivis pembela HAM juga menyampaikan keprihatinan dan juga mengutuk aksi teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka semua meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas para pelaku yang mereka sebut pengecut dan tak bertanggung jawab.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid juga mengutuk keras penyerangan terhadap Andrie Yunus dan pihaknya bersama KontraS tidak akan mundur atau menyerah atas tindakan pengecut para pelaku.
“KontaS tidak akan pernah selangkahpun mundur, karena kamis sudah biasa mendapat teror sejak tahun 1998,1999, 2000 hampir setiap tahun kantor kami diserang, dibom. Kepada para pelaku yang menyerang Andrie, kalian adalah para pengecut dan tidak layak hidup,” tegas Usman Hamid kepada awak jurnalis saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Usman Hamid juga mengatakan mengatakan Andrie kerap bersinggungan dengan isu militer. Namun hal itu bukan berarti pelakunya dari pihak tentara.
“Tapi sebagai aktivis KontraS kita tak pernah terkecoh untuk mengambil kesimpulan bahwa hanya pernah bersinggungan dengan tentara sudah pasti pelakunya adalah tentara, belum tentu,” imbuhnya.
“Jadi kita harus investigasi serius dan biasanya teror muncul di tengah ketegangan konflik elite politik. Ini yang harus kita cermati untuk kita hubungkan terhadap serangan Andrie Yunus,” ungkap Usman Hamid.
