KBK.News, BANJARMASIN– Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan mengingatkan para pemudik untuk menjaga keamanan barang bawaan saat berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda saat melakukan pengecekan langsung situasi arus mudik di pelabuhan tersebut, Minggu (15/3/2026)

Menurut Kapolda, salah satu potensi kerawanan yang perlu diwaspadai adalah pencurian barang milik calon penumpang kapal saat menunggu keberangkatan di terminal pelabuhan.

“Petugas yang berjaga juga harus siaga terus mencegah kerawanan ini. Jangan sampai pemudik menjadi korban kejahatan,” katanya.

Kapolda juga memerintahkan petugas di lapangan untuk aktif berpatroli memantau situasi di area terminal penumpang, sehingga setiap gerak-gerik mencurigakan dapat segera diantisipasi.

“Jangan sampai petugas hanya duduk berdiam di pos tanpa melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi calon penumpang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengapresiasi kesiapan pihak otoritas pelabuhan maupun operator kapal dalam menghadapi musim mudik Lebaran tahun ini.

BACA JUGA :  Finalis Puteri Indonesia 2025 Asal Kalsel, Caca Mohon Dukungan dari Kapolda dan Ketua Bhayangkari Kalsel

Menurutnya, dari hasil pengecekan yang dilakukan, seluruh unsur telah siap untuk memastikan kelayakan fasilitas terminal penumpang serta posko terpadu guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi melaporkan kepada Kapolda bahwa pihaknya menyiapkan dua armada kapal untuk melayani pemudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Kedua kapal tersebut yakni KM Dharma Rucitra I dengan kapasitas rata-rata sekitar 900 penumpang, serta KM Dharma Kartika II yang mampu mengangkut hingga 1.000 penumpang dengan kendaraan sekitar 60 hingga 70 unit.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan satu kapal tambahan dengan kapasitas lebih dari 1.000 penumpang apabila terjadi lonjakan signifikan pada puncak arus mudik.

“Kami menyiapkan satu kapal tambahan jika terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan,” jelas Anton.