Dihadang Aparat, Mahasiswa Balikpapan Tetap Suarakan Solidaritas untuk Andrie Yunus
KBK.NEWS BALIKPAPAN – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Balikpapan Bersuara melaporkan adanya tindakan kasar dan intimidasi saat menggelar aksi solidaritas untuk aktivis HAM Andrie Yunus, Selasa sore. Upaya mereka untuk mengadakan mimbar bebas di ruang publik dihalau oleh penjagaan ketat aparat di depan Kodim 0905/Balikpapan.
Koordinator lapangan, Jusliadin, mengungkapkan bahwa sejumlah peserta aksi mengalami kekerasan fisik oleh oknum tidak dikenal. Beberapa mahasiswa dilaporkan sempat ditendang dan ditarik paksa saat massa mencoba bergerak menuju kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
Aksi ini merupakan respons atas serangan air keras terhadap Andrie Yunus di Jakarta pada pertengahan Maret lalu. Andrie diserang usai mendiskusikan isu Dwifungsi ABRI, dan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus ini telah memicu kemarahan publik secara luas.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai kasus ini sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan hak konstitusional untuk mengkritik. Mereka mengaitkan pola kekerasan ini dengan sejarah kelam pelanggaran HAM di Indonesia yang menimpa tokoh seperti Marsinah dan Munir.
Sebagai penutup aksi, Aliansi Balikpapan Bersuara secara tegas menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah:
- Mendesak Polri untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara transparan dan akuntabel.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto segera membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur masyarakat sipil demi objektivitas kasus.
- Menolak keras penyelesaian kasus melalui mekanisme peradilan militer dan menuntut agar pelaku diadili di pengadilan umum.
