KBK.News, BANJARBARU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat mesin politik hingga ke tingkat akar rumput. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak untuk tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.

Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis bagi PKB Kalimantan Selatan dalam menyusun kekuatan menghadapi dinamika politik ke depan. Sejumlah pengurus dari tingkat pusat hingga daerah turut hadir, menandakan pentingnya konsolidasi tersebut.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar diwakili Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren, Syaiful Huda. Hadir pula Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan, Cucun Ahmad Syamsurijal, bersama jajaran pengurus wilayah, cabang, hingga anak cabang dari tiga daerah.

Dalam arahannya saat membuka Muscab, Syaiful Huda menegaskan pentingnya penguatan organisasi secara menyeluruh. Ia menyebut Kalimantan sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional, sehingga membutuhkan kerja politik yang konsisten dan berkelanjutan.

“PKB tidak boleh hanya hadir saat pemilu lima tahunan. Kita harus hidup setiap hari di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa PKB mengusung politik idealisme dan kemasyarakatan, dengan kedekatan terhadap rakyat sebagai kekuatan utama. “PKB adalah politik kehadiran, bukan politik musiman,” tegasnya.

Sementara itu, Cucun Ahmad Syamsurijal menilai Muscab sebagai forum penting untuk mengevaluasi kinerja, menyusun program kerja, sekaligus memperkuat soliditas kader.

BACA JUGA :  Ditambah Golkar dan PAN Lengkap 5 Parpol Pendukung Capres Prabowo Subianto di Pilpres 2024

“Muscab ini memastikan seluruh struktur partai berjalan seirama dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah,” katanya.

Menariknya, Muscab kali ini mengusung mekanisme pemilihan ketua DPC yang lebih terbuka dan selektif. Setiap DPC menggelar sidang pleno secara terpisah, guna menjamin proses yang fokus dan demokratis.

Khusus di DPC PKB Kabupaten Banjar, sidang dipimpin langsung oleh Syaiful Huda dengan Siska Amalia sebagai sekretaris. Dalam proses tersebut, DPC mengusulkan minimal lima nama calon ketua yang kemudian dibahas dan disetujui oleh pengurus anak cabang di tingkat kecamatan.

Selanjutnya, para calon akan mengikuti tahapan fit and proper test sebagai uji kelayakan sebelum ditetapkan sebagai ketua terpilih. Skema ini dinilai mampu melahirkan kepemimpinan yang lebih berkualitas dan akuntabel.

Ketua DPC PKB Kabupaten Banjar sekaligus ketua pelaksana, M Zaini, menegaskan bahwa Muscab menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar pengurus serta memperjelas arah gerak partai di tingkat lokal.

“Keterlibatan aktif seluruh struktur menjadi modal utama untuk memperluas basis dukungan masyarakat,” ujarnya.

Melalui Muscab ini, PKB menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, serta peningkatan peran nyata di tengah masyarakat.

Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan sistem kaderisasi yang lebih selektif, PKB optimistis mampu mempertahankan eksistensinya sebagai partai yang tidak hanya mengandalkan kekuatan elektoral, tetapi juga kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.