Dihalangi Aparat BEM Se-Kalsel Batal Demo ke DPRD
KBK.NEWS BANJARMASIN — Aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil menyatakan keberatan setelah langkah mereka menuju Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan tertahan oleh barikade aparat pada Jumat, 17 April 2026. Penghadangan ini memicu batalnya penyampaian aspirasi yang semula telah direncanakan secara matang.
Koordinator Lapangan aksi sekaligus Ketua BEM STISHA, Rizki, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian aksi ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi akbar yang digelar pada Sabtu malam sebelumnya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, massa seharusnya berkumpul di kawasan nol kilometer Banjarmasin, tepat di depan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, sebelum bergerak menuju rumah rakyat.
Namun, di lokasi kejadian, pergerakan massa dibatasi. Rizki menyayangkan adanya instruksi dari aparat yang memaksa mereka mengubah rute perjalanan. Bagi massa aksi, rute yang telah ditetapkan dalam konsolidasi adalah komitmen bersama yang tidak seharusnya diintervensi oleh pihak keamanan.

Rizki menduga pengetatan penjagaan ini berkaitan dengan poin tuntutan yang mereka bawa, di mana salah satunya menyangkut oknum di institusi TNI. Adapun poin-poin utama yang ingin disampaikan kepada DPRD Kalimantan Selatan meliputi:
- Desakan transparansi dan penegakan hukum bagi oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus tertentu.
- Tuntutan agar penegakan hukum dilakukan secara setara tanpa tebang pilih.
- Desakan pengusutan tuntas terhadap praktik tambang ilegal, mafia tanah, hingga persoalan pencemaran lingkungan.
- Kritik terbuka terhadap besaran anggaran MPBG yang dinilai perlu dikaji ulang.
- Mendorong pengesahan regulasi yang pro-rakyat, seperti RUU Perampasan Aset dan perlindungan masyarakat adat.
- Penyelesaian sengketa lahan di wilayah Sidomulyo antara TNI dengan masyarakat setempat.
Karena tidak diberikan akses menuju gedung DPRD, massa akhirnya memilih untuk membubarkan diri namun dengan peringatan keras. Rizki menegaskan bahwa kegagalan hari ini akan dibayar dengan aksi susulan. Mereka berjanji akan kembali turun ke jalan dengan mobilisasi massa yang jauh lebih besar dalam waktu dekat, yang jadwalnya akan diumumkan segera melalui kanal media.
