KBK.News, MARTAPURA – Komitmen menjaga kebersihan lingkungan kembali ditegaskan pemerintah pusat melalui aksi nyata di daerah. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin langsung kegiatan bersih-bersih di kawasan Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam Apel Siaga Gerakan Indonesia Asri ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Usai apel di Taman Cahaya Bumi Selamat, Hanif bersama jajaran pemerintah daerah langsung turun ke lapangan melakukan korve atau kerja bakti membersihkan lingkungan pasar.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banjar Nurgita Tiyas. Aksi ini juga melibatkan unsur Forkopimda, SKPD, pelajar, hingga komunitas bank sampah.

Dalam arahannya, Hanif menegaskan bahwa gerakan korve merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional 2 Februari 2026. Ia mendorong daerah untuk rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih, minimal sekali dalam sepekan.

“Korve ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membangun kesadaran kolektif masyarakat. Lingkungan bersih harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah di Kabupaten Banjar yang mencapai sekitar 362 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 265 ton telah dikelola di TPA Kencana dengan sistem controlled landfill, sementara sisanya masih menjadi pekerjaan rumah.

BACA JUGA :  Saidi Mansyur Lepas 379 Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Banjar

Menurut Hanif, solusi utama terletak pada pemilahan sampah dari sumbernya. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025.

“Langkah berikutnya adalah mengurangi sampah organik yang masuk ke TPA. Ini harus dimulai dari rumah tangga,” tegasnya.

Sementara itu, Saidi Mansyur menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana, prasarana, serta edukasi kepada masyarakat.

“Kami mendorong gerakan bersama melalui korve agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sosialisasi pemilahan sampah telah dilakukan hingga tingkat desa dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Pilah sampah dari hulu tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, upaya peningkatan tata kelola pemerintahan desa juga terus dilakukan. Pemerintah Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, sebelumnya telah melantik perangkat desa baru guna memperkuat pelayanan publik dan mendukung program pembangunan, termasuk dalam pengelolaan lingkungan.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga desa diharapkan mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.