KBK.News, MARTAPURA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar bersama Dinas Pendidikan, Rabu (22/4/2026) pagi, diwarnai sejumlah kritik dan masukan dari anggota dewan terkait program pembangunan di sektor pendidikan.

RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Hj. Anna Rusiana, didampingi Wakil Ketua Habib Abu Bakar Bahasyim dan anggota lainnya. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, bersama jajaran.

Dalam rapat tersebut, Anna Rusiana menekankan pentingnya pemerataan sarana dan prasarana sekolah. Ia meminta kebutuhan dasar seperti meja, kursi, dan kondisi bangunan menjadi prioritas.

“Perbaikan sarana prasarana harus merata dan tepat sasaran, terutama untuk sekolah dasar,” ujarnya.

Pembahasan juga menyinggung rencana pembangunan fasilitas cuci tangan atau wastafel di sekolah. Anna menilai program tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah, khususnya di daerah bantaran sungai.

BACA JUGA :  Soroti Perpisahan SMAN di THM, Ali Syahbana: Jangan Abaikan Moral demi Euforia Perpisahan

“Di wilayah tertentu cukup menggunakan tandon air dengan pipa sederhana. Yang penting fungsinya berjalan,” katanya.

Selain itu, kondisi sekolah yang terdampak banjir di Martapura Barat dan Martapura Timur turut menjadi perhatian. Komisi IV meminta agar sekolah dengan kerusakan berat diprioritaskan pada 2026.

“Kami minta yang kondisinya membahayakan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV lainnya Kursani, juga menyoroti anggaran pembangunan wastafel yang dinilai terlalu besar.

“Kalau sampai Rp50 juta terlalu tinggi. Dengan model sederhana, Rp2 sampai Rp5 juta sudah cukup,” ujarnya.

Selain menyorot proyek wastafel, Kursani juga menyampaikan pentingnya peninggian lapangan sekolah yang sering terdampak banjir agar anak-anak bisa beraktivitas serta upacara.