KBK.News, BANJARBARU – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang ustazah muda di Banjarbaru akhirnya menemui titik terang. Jajaran Polres Banjarbaru berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap HN (25), korban yang jasadnya ditemukan di kawasan hutan Kelurahan Sungai Ulin.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (1/5/2026), kurang dari 48 jam setelah penemuan jasad korban. Kecepatan aparat dalam mengungkap kasus ini menjadi sorotan, mengingat kasus tersebut sempat menghebohkan warga.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, membenarkan penangkapan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah dapat (pelakunya),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat malam.

Informasi sementara menyebutkan, tempat tinggal kedua pelaku tidak jauh dari kediaman korban. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci motif maupun kronologi lengkap kejadian. Polisi memastikan seluruh fakta akan dibuka dalam konferensi pers resmi dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Demokrasi Milik Warga Banjarbaru Dicedrai Keputusan KPU

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan jasad HN pada Rabu malam (29/4/2026) sekitar pukul 20.30 WITA. Korban ditemukan di bawah tumpukan semak-semak dalam kondisi mengenaskan, dengan luka lebam dan luka terbuka di sejumlah bagian tubuh.

Korban diketahui sempat dilaporkan hilang sejak Selasa sore (28/4/2026). Kecurigaan keluarga muncul setelah HN tidak kunjung pulang dan tidak hadir mengajar di Pondok Pesantren Mura’atul Lugah Sekumpul, Martapura, keesokan harinya.

Upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan warga mulai menemukan petunjuk ketika sepeda motor korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian pada Rabu siang. Kendaraan tersebut dalam kondisi utuh, namun terdapat bercak darah yang menguatkan dugaan tindak kekerasan.

Pencarian kemudian dilanjutkan hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada malam harinya.

“Setelah menerima laporan masyarakat, anggota langsung menuju lokasi untuk olah TKP dan mengamankan barang bukti,” jelas Ipda Kardi.