KBK.News, BANJARMASIN-Suasana Jalan Subarjo Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat mendadak geger, Jumat (8/5/2026) pagi sekitar pukul 10.20 WITA.

Seorang pelajar perempuan SMPN 12 Banjarmasin tewas dalam kecelakaan maut melibatkan sepeda motor dan truk di depan sebuah kantor perusahaan pelayaran.

Korban diketahui bernama Wafik Azizah (15), siswi kelas 8 SMPN 12 Banjarmasin.

Usai kejadian, tubuh korban tergeletak di pinggir jalan dan sempat ditutupi warga menggunakan kardus serta kertas koran sebelum dievakuasi relawan ke kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.

Pihak Satlantas Polresta Banjarmasin yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Korban tinggal di Pelambuan bersama kakaknya dekat sekolah,” ujar Sulamiah, teman sekelas korban saat berada di RSUD Ulin Banjarmasin.

Berdasarkan informasi, saat kejadian korban baru pulang sekolah dibonceng ayah sambungnya, Dillah (64), menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam.

Saat melintas di kawasan tersebut, motor yang mereka tumpangi diduga terlibat kecelakaan dengan sebuah truk panjang.

Hingga kini polisi masih menyelidiki pasti kronologi kecelakaan tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Banjar H Saidi Mansyur Apresiasi Aliyya Satya Harati Pelajar Berprestasi

Dillah mengaku kecelakaan terjadi setelah kendaraan mereka diduga ditabrak dari belakang.

“Anak saya jatuh ke kanan, sementara saya oleng ke kiri tapi tidak sampai jatuh,” ungkapnya dengan wajah syok.

Korban disebut mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kabar meninggalnya Azizah membuat keluarga terpukul. Korban diketahui merupakan anak dari Siti Sarah dan adik dari Hery (37).

Sulamiah juga mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya sempat bersama korban mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Namun saat itu korban terlihat lebih pendiam dari biasanya.

“Pagi tadi sempat makan bersama, tapi dia kelihatan murung,” tuturnya.

Teman korban itu juga menyebut Azizah sempat mengunggah status di Instagram sebelum kecelakaan terjadi.

“‘Sebab jika sekali saja kamu membiarkan walau hilang, maka akan aku pastikan menjadi hilang yang tak akan pernah kamu temukan lagi,’ itu status terakhirnya,” ucap Sulamiah.

Sementara itu, keluarga masih mengurus proses pemakaman korban di RSUD Ulin Banjarmasin