Terungkap! Pelaku Pembacokan Brutal di Sungai Pinang Diduga Positif Pakai Narkoba
KBK.News, MARTAPURA – Fakta baru terungkap dalam kasus pembacokan brutal yang mengguncang warga Desa Pakutik RT 001, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Pelaku berinisial L (41), yang mengamuk dan membacok tiga orang hingga satu korban meninggal dunia, diketahui positif narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 08.15 WITA dan sempat membuat warga panik ketakutan. Dalam aksi brutalnya, pelaku menyerang secara membabi buta menggunakan sebilah parang.
Korban pertama adalah ayah kandung pelaku sendiri, berinisial M. Korban mengalami luka bacok pada bagian belakang kepala sebelah kiri akibat serangan parang milik pelaku.
Tak lama berselang, pelaku kembali menyerang korban kedua berinisial S. Korban mengalami luka serius di bagian bahu, kepala, dan tangan akibat sabetan senjata tajam. Kondisinya kritis dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Ratu Zalecha Martapura.
Aksi mengerikan itu belum berhenti. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan membacok korban ketiga, seorang perempuan berinisial Hj N. Korban mengalami luka pada bagian leher dan tangan kiri.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri. Namun berkat kesigapan personel piket SPKT Polsek Sungai Pinang bersama bantuan warga sekitar, pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu bilah parang sepanjang kurang lebih 55 sentimeter dengan gagang hitam berukir yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rifandy Purnayangkara Putra mengatakan, pihaknya masih terus mendalami motif pelaku karena kondisi kejiwaan pelaku saat ini masih belum stabil.
“Ya benar terjadi kekerasan di situ yang menyebabkan tiga orang terluka, satu orang meninggal, satu kritis dan satu luka berat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaku langsung diamankan ke Polres Banjar pada malam hari usai kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk saat ini kita masih mendalami motif pelaku seperti apa karena sampai saat ini pelaku masih kelihatan seperti linglung jadi kita tidak bisa terlalu banyak mengintrogasi dia,” katanya.
Polisi juga mengungkapkan hasil tes urine pelaku menunjukkan indikasi positif narkotika. Namun hingga kini, penyidik masih mendalami jenis zat yang dikonsumsi pelaku.
“Untuk hasil kemarin kita tes, hasil urinnya positif, tapi sementara kita masih mendalami keterkaitan tersebut apakah dia benar-benar pengguna sabu ataupun yang lain,” ungkapnya.
Terkait isu yang beredar bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa atau ODGJ, polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi karena pemeriksaan psikologis belum dilakukan.
“Sementara belum bisa kita pastikan ODGJ atau tidak karena kita belum melakukan pemeriksaan psikologi, tapi menurut kami kemungkinan itu tidak benar karena hasil urinnya kemarin kita cek positif,” tambahnya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Banjar guna mengungkap motif pasti di balik aksi brutal yang merenggut satu nyawa tersebut.
