KBK.NEWS, MARTAPURA – Persoalan banjir yang menyebabkan jebolnya dinding pagar Perumahan Fitria Jaya Residence hingga berdampak ke warga Perumahan Arwana 17 akhirnya memicu perhatian serius Komisi III DPRD Kabupaten Banjar.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (21/5/2026) siang, Komisi III mempertemukan pihak developer Perumahan Fitria Jaya Residence, warga Arwana 17, DPRKPLH Kabupaten Banjar, Pemerintah Desa Labuan Tabu, serta masyarakat terdampak.

RDP berlangsung panas setelah warga menyampaikan keluhan terkait dampak banjir yang terjadi pada Minggu, 3 Mei lalu. Jebolnya pagar pembatas perumahan disebut membuat aliran air masuk dan mengganggu lingkungan warga Arwana 17.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Hasan Hamdan, menegaskan pihaknya turun tangan setelah menerima langsung aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Alhamdulillah, dalam RDP tadi sudah ada kesepakatan solusi. Pagar yang jebol akan ditutup kembali dan pihak Perumahan Fitria juga akan membuat sumur resapan atau embung dengan kapasitas lebih besar,” ujar Hasan Hamdan.

Tak hanya itu, Komisi III juga memberi tenggat waktu tegas kepada pihak developer agar penyelesaian pembangunan sumur resapan dilakukan kurang dari satu bulan.

Menurut Hasan, langkah cepat harus dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi saat intensitas hujan meningkat.

Selain membahas penanganan banjir, persoalan akses jalan antar kawasan perumahan juga ikut disorot. Hasan menyebut sudah ada warga yang bersedia menghibahkan lahannya demi mendukung solusi konektivitas kawasan.

BACA JUGA :  45 Anggota DPRD Banjar Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Sementara itu, Plt Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Sutiyono, menilai akar persoalan sebenarnya bukan semata teknis drainase, melainkan lemahnya koordinasi antar developer.

“Yang mendasar sebenarnya dari pengakuan pengembang tadi cuma kurang komunikasinya antara dua pengembang, itu saja,” jelas Sutiyono.

Ia mengatakan DPRKPLH hadir untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait aliran air yang memicu genangan dan banjir.

“Kami selain menindaklanjuti keluhan warga kemarin, juga hari ini memfasilitasi terkait dua pengembang tadi,” ujarnya.

Menurutnya, pihak developer Fitria kini mulai menjalankan sejumlah rekomendasi teknis yang sebelumnya disampaikan DPRKPLH setelah melakukan pengecekan lapangan.

“Fitria tadi bersedia dan saat ini sudah melakukan kegiatan yang kami arahkan kemarin terkait temuan-temuan di lapangan,” katanya.

Beberapa langkah yang telah dilakukan di antaranya pembangunan boom pengendali air serta pelebaran drainase. Tahap berikutnya tinggal menyambungkan saluran air antara kawasan Fitria dan Arwana agar aliran air dapat mengalir normal.

“Kesepakatan yang telah dilaksanakan Fitria bahwa mereka membuat boom, juga melakukan pelebaran drainase, jadi tinggal connecting antara Fitria dan Arwana,” pungkasnya.