Eks Ketua BEM FH UNISKA Teliti Implementasi Hukum Adat Dayak Kapuas
KBK.News, KAPUAS – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari melaksanakan penelitian terkait implementasi hukum adat Dayak di wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).
Penelitian tersebut membahas sistem penyelesaian hukum adat Dayak di Kapuas serta sejauh mana pelaksanaan hukum adat masih dijalankan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Dayak.
Salah satu mahasiswa peneliti, Tava Akbari Adha, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai hukum adat Dayak, termasuk jipen singer dan sejarah Rumah Tumbang Anoi.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak ilmu seperti tentang jipen singer dan sejarah-sejarah Rumah Tumbang Anoi. Ini juga menjadi langkah mahasiswa untuk mengenal adat Dayak, baik secara budaya maupun aturan-aturannya,” ujarnya.
Tava berharap hasil penelitian yang nantinya dituangkan dalam skripsi dapat menjadi sumber pengetahuan dan referensi bagi masyarakat maupun kalangan akademisi.
“Harapannya semoga apa yang saya cantumkan ke dalam skripsi nanti dapat menjadi sharing ilmu bagi semuanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Adat Kapuas Hilir, Budi Rito, menyambut baik kedatangan mahasiswa Fakultas Hukum UNISKA yang melakukan penelitian sekaligus bersilaturahmi dengan kepala adat dan tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, kegiatan seperti itu menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai adat dan budaya daerah.
“Alhamdulillah, kami menyambut baik kedatangan adik-adik mahasiswa dari Fakultas Hukum UNISKA yang telah bersilaturahmi dengan kepala adat dan tokoh masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat positif karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung memahami nilai-nilai adat, budaya, dan kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap hubungan antara mahasiswa dan masyarakat adat dapat terus terjalin dengan baik sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga budaya dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menghormati budaya lokal, serta menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat,” lanjutnya.
Budi Rito juga menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Dayak.
“Silaturahmi ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada adat dan kearifan lokal. Kami merasa dihargai karena masih ada generasi muda yang peduli terhadap keberadaan adat di daerah,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, ia mendoakan agar mahasiswa UNISKA diberikan kelancaran dalam menempuh pendidikan dan mampu menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami mendoakan agar mahasiswa UNISKA selalu diberikan kelancaran dalam menempuh pendidikan dan nantinya dapat menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” tutupnya. (Masruni)
