KBK.News, MARTAPURA – Aksi begal payudara yang meresahkan warga Kabupaten Banjar kembali menjadi sorotan. Hingga kini, pelaku masih belum berhasil ditangkap dan diduga masih bebas berkeliaran, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Kekhawatiran itu semakin dirasakan oleh para perempuan yang setiap hari harus beraktivitas sejak dini hari, seperti berangkat bekerja, berjualan ke pasar, maupun menjalankan berbagai kegiatan lainnya saat kondisi jalan masih sepi.

Masyarakat pun berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan menghentikan teror yang sudah cukup lama menghantui warga.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Mukarammah, mengaku prihatin atas kasus yang terus berulang tersebut. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih waspada saat berada di luar rumah pada jam-jam rawan.

“Kita mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya perempuan. Jangan sampai lengah ketika berada di jalan, terutama saat malam atau dini hari,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut politisi Partai Golkar itu, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak dari potensi tindak kejahatan. Karena itu, ia menyarankan agar perempuan yang harus bepergian pada malam atau dini hari tidak berangkat sendirian.

BACA JUGA :  Polresta Banjarmasin Apresiasi Mahasiswa, Aksi Demo Berjalan Lancar dan Tertib

“Yang paling penting adalah menjaga keluarga. Kalau ada anak atau perempuan yang harus keluar rumah pada malam atau dini hari, sebaiknya jangan sendirian. Jika memungkinkan, harus ada yang mengantar atau menemani,” katanya.

Hj Mukarammah juga menilai pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja pada malam hari perlu diperkuat. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya tindak kriminal maupun pelecehan seksual di lingkungan masyarakat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa aksi begal payudara tidak bisa dianggap sebagai perbuatan iseng atau kenakalan biasa. Apalagi, tindakan tersebut dilakukan berulang kali dan telah menimbulkan rasa takut di masyarakat.

“Ini bukan tindakan yang bisa dianggap biasa. Perbuatannya sudah meresahkan masyarakat dan membuat perempuan takut beraktivitas. Karena itu pelaku harus segera ditangkap agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya.

Ia pun meminta aparat kepolisian agar lebih serius dan cepat dalam mengusut kasus tersebut. Menurutnya, semakin lama pelaku dibiarkan bebas, semakin besar pula potensi munculnya korban baru.