KBK.News, Banjarbaru – Sekolah Pergerakan Al-Banjari dan Diskusi Terbuka menjadi ruang penguatan wawasan serta kesadaran pergerakan mahasiswa melalui kegiatan bertema “Idealisme Pergerakan Mahasiswa untuk Indonesia Sejahtera” yang digelar di Omah Opa Banjarbaru, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan aktivis kampus. Forum ini menghadirkan dua pemantik diskusi, yakni Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB), Miftah Ulumuddin Tsani, S.H., M.H., serta Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan BEM SI Kerakyatan, Rizki.

Dalam pemaparannya, Miftah Ulumuddin Tsani menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik.

“Mahasiswa harus mampu menjaga daya kritisnya terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk melahirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rizki menekankan pentingnya menjaga orientasi perjuangan gerakan mahasiswa agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Ia mengajak mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Gerakan mahasiswa tidak boleh kehilangan arah perjuangannya. Mahasiswa harus tetap hadir mengawal kebijakan publik dan menjaga keberpihakan kepada rakyat,” katanya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta. Sejumlah isu turut menjadi pembahasan, mulai dari tantangan gerakan mahasiswa saat ini, kondisi demokrasi, hingga persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan isu aksi bayaran yang sempat mencuat di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Sarumah: Antara Nada dan Rahasia Hadirkan Nuansa Baru Teater Musikal Banjar

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Mahasiswa UNISKA MAB Kabinet Ragam Harmoni, Kholsa Abdul Hanif. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi yang dinilai penting untuk menjaga tradisi intelektual dan budaya berdiskusi di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan seperti Sekolah Pergerakan Al-Banjari menjadi wadah yang baik untuk memperkuat budaya literasi, berpikir kritis, dan berdiskusi secara konstruktif di lingkungan mahasiswa,” ujarnya.

Penggagas kegiatan sekaligus Menteri Kajian Strategis BEM UNISKA MAB Kabinet Ragam Harmoni, Maulana Ahmad Al Kautsar, menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan.

Menurutnya, mahasiswa perlu terus dibekali ruang belajar yang mampu mendorong lahirnya gagasan serta gerakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai peran dan tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga diajak merefleksikan kembali makna idealisme dalam kehidupan kampus maupun kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, semangat tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan demokratis. (Masruni)