TMI Banjar Turun Tangan, Temukan Penyebab Ribuan Ikan Mati di Sungai Arfat
KBK.News, MARTAPURA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar turun langsung meninjau lokasi keramba apung di Desa Sungai Arfat, Selasa (7/7/2026), menyusul laporan masyarakat mengenai kematian ikan yang terus berulang setiap musim kemarau.
Peninjauan dipimpin Ketua DPD TMI Kabupaten Banjar, Hj. Helda Rina, didampingi Sekretaris Hermani, unsur Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, serta Pemerintah Desa Sungai Arfat.
Helda Rina mengatakan hasil peninjauan menunjukkan berkurangnya debit air menjadi penyebab utama turunnya kadar oksigen di perairan sehingga ikan di keramba banyak yang mati.
“Hari ini kami turun langsung ke Desa Sungai Arfat. Ternyata memang ada beberapa keluhan masyarakat terkait debit air yang terus berkurang sehingga ikan-ikan banyak yang mati karena kekurangan oksigen,” ujarnya.
Ia menyebut persoalan tersebut bukan hanya terjadi tahun ini, melainkan hampir selalu berulang ketika musim kemarau datang.
Karena itu, Tani Merdeka Indonesia akan membawa persoalan tersebut sebagai bahan masukan kepada pemerintah daerah agar segera dicarikan solusi jangka panjang.
“Kami dari Tani Merdeka Indonesia menjadikan ini sebagai masukan, baik untuk organisasi maupun pemerintah daerah. Harus ada kolaborasi agar ditemukan solusi terbaik, karena persoalan ini terus berulang dan bahkan menyebabkan ribuan ikan mati,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Sungai Arfat, Nasrudin, mengapresiasi langkah TMI Kabupaten Banjar yang datang langsung melihat kondisi para pembudidaya ikan.
Menurutnya, kehadiran organisasi tersebut memberikan harapan agar aspirasi petani dapat diteruskan kepada pemerintah sehingga penanganan terhadap persoalan kekurangan air dapat segera diwujudkan.
“Kami berharap perhatian ini tidak berhenti di sini. Yang kami butuhkan adalah solusi nyata agar petani ikan tidak terus mengalami kerugian setiap musim kemarau,” ujarnya.
TMI berharap persoalan distribusi air dapat menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan sehingga budidaya ikan keramba di Desa Sungai Arfat dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa terus dihantui ancaman kematian massal ikan setiap musim kemarau.



