KBK.News, MARTAPURA – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat sorotan Anggota DPD RI, Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El, Jumat (24/7/2026).

Senator muda asal Kalimantan Selatan tersebut menilai pemadaman listrik cukup berdampak terhadap aktivitas keseharian masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dalam menjalankan usahanya sangat bergantung pada pasokan listrik.

Dayat El mengaku dalam beberapa hari terakhir menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir.

“Dalam beberapa hari terakhir memang ada beberapa keluhan masyarakat yang saya terima. Di antaranya dari para pelaku UMKM yang aktivitas usahanya sangat bergantung dengan listrik,” ujar Dayat El.

Menurutnya, keluhan yang banyak disampaikan bukan semata-mata mengenai terjadinya pemadaman, melainkan ketidaksesuaian antara jadwal yang diinformasikan dengan waktu pemadaman maupun penyalaan kembali listrik di lapangan.

“Misalnya diinformasikan pemadaman pukul 09.00, ternyata listrik baru padam pukul 10.00, atau bahkan lebih awal. Begitu juga waktu menyala kembali terkadang tidak sesuai dengan jadwal yang disampaikan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Dayat El, cukup menyulitkan masyarakat dalam mengatur aktivitas, khususnya pelaku UMKM yang harus menyesuaikan proses produksi dan pelayanan kepada konsumen.

Meski demikian, Dayat El menegaskan dirinya memahami bahwa jajaran PLN tentunya telah berupaya maksimal dalam menjaga pelayanan dan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

“Saya memahami kawan-kawan kita di PLN tentu sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita juga memahami dalam kondisi tertentu ada persoalan teknis yang mungkin tidak bisa diprediksi sepenuhnya,” katanya.

BACA JUGA :  WALHI Kalteng: Pemadaman Bergilir Bukti Gagalnya Negara Menjamin Keadilan Energi di Kalimantan

Namun, ia berharap masukan dan keluhan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk semakin meningkatkan pelayanan, khususnya dalam memberikan informasi jadwal pemadaman yang lebih akurat.

“Tidak ada salahnya masukan masyarakat ini didengar. Karena bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, kepastian waktu itu sangat penting. Kalau jadwalnya jelas dan sesuai, mereka bisa mengatur produksi, pelayanan, bahkan menghitung biaya operasional,” jelasnya.

Dayat El juga mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan keluhan melalui saluran yang tepat dan secara konstruktif. Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan PLN diperlukan agar persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kita tidak ingin menyalahkan siapa pun. Yang kita harapkan adalah pelayanan semakin baik. Aspirasi masyarakat kita sampaikan, sementara kita juga memberikan ruang kepada PLN untuk melakukan pembenahan dan penanganan. Tujuan akhirnya sama, masyarakat mendapatkan pelayanan kelistrikan yang semakin baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, listrik saat ini bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi telah menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi masyarakat.

“Di balik listrik yang padam, ada pedagang yang produksinya tertunda, ada usaha kecil yang pelayanannya terganggu, dan ada masyarakat yang aktivitasnya ikut terhambat. Karena itu, sekecil apa pun keluhan masyarakat menurut saya tetap penting untuk didengar,” pungkas Dayat El.