Dugaan Penipuan Wedding di Banjarbaru Viral, Kerugian Disebut Capai Puluhan Juta Rupiah
KBK.News, BANJARBARU – Dugaan penipuan yang melibatkan penyedia jasa pesta pernikahan di Banjarbaru ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pihak mengaku mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah dan meminta terduga pelaku berinisial A segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Sabtu (25/7/2026).
Pernikahan menjadi salah satu momen sakral yang umumnya dipersiapkan jauh-jauh hari. Tak sedikit calon pengantin mengeluarkan biaya besar dengan mempercayakan berbagai kebutuhan acara kepada penyedia jasa atau vendor wedding.
Namun, harapan mendapatkan pesta pernikahan sesuai rencana justru diduga berujung persoalan bagi sejumlah klien dan vendor di Kalimantan Selatan.
Persoalan tersebut mencuat setelah akun Threads @auliaseptianurad_ mengunggah sejumlah cerita terkait dugaan penipuan jasa pesta pernikahan. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut adanya kerugian hingga belasan juta rupiah.
Akun itu juga mengunggah sejumlah tangkapan layar yang disebut berasal dari pihak lain yang mengaku mengalami persoalan serupa, dengan nilai kerugian bervariasi mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Salah satu penyedia jasa dekorasi di Kalimantan Selatan, Luna Art Decoration, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Kepada media, pihak Luna Art Decoration mengungkapkan bahwa A sebelumnya menawarkan paket venue wedding di Cevin Cafe, tempat usaha yang kini disebut sudah tutup.
Menurut pihak Luna Art Decoration, saat itu A yang disebut sebagai manajer Cevin Cafe menawarkan kerja sama kepada mereka untuk menangani bagian dekorasi sejumlah acara pernikahan.
Persoalan kemudian muncul ketika pembayaran jasa dekorasi ditagihkan. Pihak Luna Art Decoration mengaku kesulitan menghubungi A dan pembayaran yang seharusnya diterima belum diselesaikan.
“Kami sudah berusaha menghubungi dia, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan. Bahkan klien lain yang satu profesi juga mengeluhkan hal yang sama,” ungkap pihak Luna Art Decoration, Jumat (24/7/2026).
Hingga kini, mereka mengaku masih berupaya menghubungi A untuk meminta penyelesaian dan pertanggungjawaban atas pembayaran tersebut.
“Kami berharap yang bersangkutan beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berkepanjangan dan jangan sampai ada korban lainnya,” harapnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, A diduga menawarkan berbagai kebutuhan pesta pernikahan dengan melibatkan sejumlah vendor, mulai dari dekorasi, katering, wedding organizer (WO), fotografer, makeup artist (MUA), hingga kostum atau gaun pengantin.
Permasalahan diduga terjadi ketika sejumlah vendor menagih pembayaran setelah acara selesai dilaksanakan. A disebut sulit dihubungi dan pembayaran kepada beberapa vendor diduga belum dilunasi, sementara pembayaran dari klien disebut telah diterima.
Kondisi tersebut akhirnya memicu keluhan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan hingga persoalan ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Terkait unggahan yang menuding uang pembayaran digunakan untuk kepentingan pribadi maupun membiayai kebutuhan pihak lain, KBK.News belum memperoleh bukti independen yang dapat mengonfirmasi tudingan tersebut. Karena itu, klaim tersebut masih sebatas tudingan yang beredar di media sosial.
Terduga Pelaku Belum Berikan Tanggapan
KBK.News akan berupaya menghubungi A untuk meminta klarifikasi dan memberikan ruang hak jawab terkait berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya.
Namun hingga berita ini diterbitkan, A belum memberikan tanggapan.
KBK.News akan memuat klarifikasi atau hak jawab dari pihak yang bersangkutan apabila telah diterima.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi calon pengantin maupun pelaku usaha wedding untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dan kerja sama. Kesepakatan mengenai harga, pembayaran, serta tanggung jawab masing-masing pihak sebaiknya dituangkan secara tertulis dan dilengkapi bukti transaksi untuk meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.
