KBK.News, BANJARBARU – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan I, H Muhammad Rofiqi, menyoroti pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Rofiqi, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Sementara batu bara hingga kini masih menjadi salah satu sumber energi utama untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Secara logika tentu menjadi pertanyaan. Kalimantan Selatan ini daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya justru mengalami pemadaman listrik,” ujar Rofiqi kepada KBK.News, Senin (27/7/2026) malam.

Ia menilai keluhan masyarakat patut menjadi bahan evaluasi bagi PLN, terlebih apabila pemadaman berlangsung cukup lama dan terjadi berulang kali dalam sepekan.

“Apalagi kalau matinya sampai tujuh jam, kemudian dalam seminggu bisa beberapa kali. Tentu ini harus menjadi evaluasi PLN,” katanya.

Meski memahami gangguan kelistrikan dapat terjadi karena berbagai faktor teknis maupun kondisi tertentu pada sistem, Rofiqi berharap PLN dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, masyarakat di daerah yang selama ini berkontribusi besar terhadap produksi sumber energi nasional semestinya juga mendapatkan pelayanan kelistrikan yang baik dan stabil.

BACA JUGA :  Penambahan Pembangkit Listrik 41 Ribu Megawatt

“Kalau kita bicara Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tentu masyarakat juga menginginkan pelayanan yang adil,” ucapnya.

Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Selatan, Rofiqi mengaku memahami keresahan masyarakat karena persoalan pemadaman listrik juga pernah dirasakannya.

Ia bahkan berharap ke depan pemerintah bersama PLN dapat memberikan perhatian lebih terhadap daerah-daerah penghasil sumber energi, termasuk Kalimantan Selatan.

“Kalau bisa, listrik di Kalsel ini bahkan lebih murah dibandingkan tempat lain, karena di sinilah salah satu daerah penghasil sumber energinya. Ini tentu perlu kita perjuangkan,” ujarnya.

Selain berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, Rofiqi mengingatkan pemadaman listrik yang berlangsung lama juga dapat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi.

Karena itu, ia meminta PLN turut memperhatikan dampak pemadaman terhadap pelaku usaha, terutama usaha kecil dan masyarakat yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada pasokan listrik.

“PLN juga harus memperhatikan pelaku-pelaku usaha. Karena ketika listrik padam cukup lama, tentu aktivitas mereka ikut terdampak,” pungkas Rofiqi.