KBK.News, MARTAPURA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal September 2026, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi membuat musim kemarau lebih kering dan meningkatkan risiko kebakaran.

Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan hingga saat ini status kebencanaan di Kabupaten Banjar masih berada pada level siaga. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena cuaca panas dan minimnya curah hujan dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman.

“Prediksi kemarau masih berlangsung sampai awal September dengan puncaknya diperkirakan pada akhir Agustus. Di Kabupaten Banjar saat ini statusnya masih siaga, belum dinaikkan. Namun masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Agus, sebagian besar kebakaran permukiman di Kabupaten Banjar masih dipicu faktor kelalaian, terutama gangguan instalasi listrik yang sudah tua atau lapuk. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mayoritas rumah warga masih menggunakan material kayu yang mudah terbakar.

BACA JUGA :  Kebakaran di Pasar Martapura, Satu Korban Terjebak Dalam Toilet Toko Diselamatkan

“Yang paling sering menjadi penyebab adalah masalah kelistrikan. Instalasi yang sudah tua atau tidak layak pakai bisa memicu korsleting. Apalagi banyak rumah di Banjar berbahan dasar kayu, sehingga api sangat cepat membesar,” katanya.

Selain itu, Agus juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan penerangan alternatif ketika terjadi pemadaman listrik. Penggunaan lilin maupun lampu minyak harus diawasi dengan baik karena berpotensi menjadi sumber api.

“Kalau listrik padam, sebisa mungkin gunakan penerangan yang lebih aman seperti lampu darurat atau penerangan elektrik. Jika terpaksa memakai lilin atau lampu minyak, jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala dan pastikan dipadamkan sebelum tidur,” pesannya.

DPKP Kabupaten Banjar juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak membakar sampah sembarangan selama musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.