BANJARBARU, KBK.News – Memasuki puncak musim kemarau, konsumsi air bersih pelanggan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) mengalami peningkatan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya tekanan distribusi air di sejumlah wilayah, terutama kawasan yang berada di ujung jaringan pelayanan.

Untuk menjaga pasokan air tetap mengalir kepada pelanggan, PTAM Intan Banjar menyiagakan tim transmisi dan distribusi dari wilayah Banjarbaru dan Martapura yang bertugas melakukan pengaturan jaringan secara intensif.

Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PTAM Intan Banjar, Bayu Cipta Setiawan Bisma, mengatakan pengaturan jaringan dilakukan agar distribusi air tetap menjangkau pelanggan di wilayah yang paling rentan mengalami penurunan tekanan.

“Tim ini disiagakan untuk melakukan pengaturan jaringan agar pelanggan di wilayah ujung pelayanan tetap bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, PTAM Intan Banjar mendistribusikan air bersih sekitar 450 liter per detik untuk melayani pelanggan di Banjarbaru dan Martapura. Namun, kapasitas tersebut masih bergantung pada ketersediaan pasokan air baku dari Banjarbakula.

“Total distribusi kami sekitar 450 liter per detik untuk Banjarbaru dan Martapura. Mudah-mudahan tidak ada kekurangan suplai air baku dari Banjarbakula sehingga pelayanan tetap bisa berjalan optimal,” kata Bayu.

Ia menjelaskan, penurunan tekanan air umumnya terjadi pada jam-jam puncak pemakaian, yakni pada pagi dan sore hari ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas melakukan pengaturan jaringan secara berkala, mulai pagi, siang hingga malam hari, menyesuaikan kondisi distribusi di lapangan.

BACA JUGA :  Ikhwansyah Ditunjuk Sebagai Komisaris Utama PTAM Intan Banjar

PTAM Intan Banjar juga mengimbau pelanggan, khususnya yang berada di wilayah ujung jaringan, agar menyiapkan bak penampungan dan menyimpan air saat aliran masih normal.

“Dengan demikian kebutuhan air tetap dapat terpenuhi ketika tekanan distribusi mengalami penurunan,” jelasnya.

Menurut Bayu, wilayah yang saat ini berpotensi paling terdampak akibat tingginya konsumsi air pada musim kemarau adalah Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, serta kawasan Dalam Pagar, Kabupaten Banjar.

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan yang lebih serius, PTAM Intan Banjar turut berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki kepada masyarakat.

Bayu mengakui armada mobil tangki milik PTAM masih terbatas sehingga membutuhkan dukungan dari BPBD.

“BPBD menyiapkan dua unit mobil tangki setiap hari, sedangkan kami mengoperasikan empat unit untuk mendistribusikan air bersih,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan distribusi di wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.