KBK.NEWS MARTAPURA — Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar mendapatkan kepastian dari Dinas Pendidikan Disdik, bahwa mereka tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka selama 6 hari dan tidak memberlakukan full day.

Kepastian itu langsung didengar Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani saat bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny beserta Kabid SMP dan SD di Martapura. Kepastian itu menurutnya Ahmad Sarwani pihaknya dengar langsung saat melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

“Seperti yang pernah kami sampaikan, bahwa pembelajaran tatap muka full day tidak cocok dengan kearifan lokal di Kabupaten Banjar. Apalagi sistem full day tersebut tidak diwajibkan seperti yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan kita,” jelas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar ini, Rabu (12/8/2026).

Keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang tetap memberlakukan 6 hari untuk kegiatan belajar mengajar, beber Ahmad Sarwani, patut pihaknya apresiasi. Hal itu menandakan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar sangat memahami situasi dan kondisi di Kabupaten Banjar, khususnya tentang kearifan lokal.

BACA JUGA :  Disdik Banjar Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

“Kita memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, karena sangat peka dengan kondisi masyarakat di Kabupaten Banjar, termasuk terkait kearifan lokal,” imbuh Ahmad Sarwani yang juga Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Nasdem Dapil Kabupaten Banjar ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Liana Penny menegaskan bahwa sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Banjar tetap melaksanakan kegiatan belajar selama 6 hari dalam seminggu.

“Sekolah di Kabupaten Banjar tetap enam hari dalam seminggu. Anak-anak tetap memiliki ruang dan kesempatan untuk belajar atau pendidikan agama sebagaimana yang selama ini berjalan,” ujar Kadisdik Kabupaten Banjar, Liana Penny.