Sensus Ekonomi di Desa Simpang Warga Hampir Rampung, Pembakal Harap Data Usaha Warga Terakomodir
KBK.News, MARTAPURA– Pendataan Sensus Ekonomi di Desa Simpang Warga, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, hampir rampung. Hingga Selasa (11/8/2026), proses pendataan yang dilakukan petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional tersebut disebut telah mencapai hampir 100 persen.
Pembakal Desa Simpang Warga, Abdul Hakim, mengatakan pihaknya bersyukur dapat menerima dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang menyasar masyarakat serta berbagai aktivitas usaha di desa tersebut.
“Alhamdulillah, hari Selasa kemarin kami menerima petugas Sensus Ekonomi dari BPS Nasional untuk melakukan pendataan di Desa Simpang Warga. Alhamdulillah pendataannya hampir 100 persen selesai,” ujar Abdul Hakim.
Menurutnya, Sensus Ekonomi memiliki peran penting untuk mengetahui kondisi dan jenis usaha yang ada di tengah masyarakat. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas ekonomi masyarakat Desa Simpang Warga.
“Tujuan sensus ini di antaranya untuk mengetahui jenis-jenis usaha yang ada di masyarakat. Dengan adanya pendataan ini, kita berharap seluruh data warga dan usaha yang ada bisa terakomodir dengan baik,” katanya.
Abdul Hakim berharap hasil pendataan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung perencanaan berbagai program pembangunan dan kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Semoga dengan sensus ini data masyarakat kami bisa terakomodir dengan baik, sehingga hasilnya juga baik dan nantinya dapat memberikan manfaat demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Simpang Warga,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan pendataan yang dilakukan pemerintah melalui BPS, karena data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan arah pembangunan.
“Data yang baik tentu sangat penting. Mudah-mudahan hasil sensus ini benar-benar bisa menggambarkan kondisi masyarakat dan perekonomian di Desa Simpang Warga,” pungkasnya.















