Refleksi 73 Tahun Ayahanda H. Rudy Arifin: Catatan Pengabdian dan Legasi Pembangunan Kalsel
Refleksi 73 Tahun Ayahanda H. Rudy Arifin: Catatan Pengabdian dan Legasi Pembangunan Kalsel
Oleh: H. Sukhrowardi
(Aktivis ’90 / Anggota DPRD Kota Banjarmasin Periode 2019–2024)
Alhamdulillah, sebuah kehormatan dapat hadir secara khusus dalam syukuran peringatan milad ke-73 Ayahnda H. Rudy Arifin pada Agustus 2026 ini. Undangan ini sampai melalui sahabat kita, Khairil—mantan jurnalis Radar Banjar dan Media Kalimantan (koran milik almarhum H. Leman)—yang kini setia mendampingi Ayahnda Rudy Arifin dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Dalam suasana hangat yang dipandu MC senior Hadi Susilo, sejumlah tokoh tampak berhadir. Di antaranya mantan Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar serta jajaran pejabat yang pernah mengabdi di era kepemimpinan H. Rudy Arifin.
Sebelum membacakan bait puisi khusus, saya menyempatkan diri menyampaikan pandangan mengenai keberhasilan dan kepemimpinan H. Rudy Arifin selama dua periode memimpin Kalimantan Selatan. Rekam jejak pembangunan beliau yang terpatri kuat di Banua antara lain:
- Relokasi Perkantoran Pemprov Kalsel Pemindahan pusat perkantoran Gubernur Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru merupakan langkah visioner. Tanpa kebijakan ini, kawasan perkantoran di Banjarmasin tentu makin lumpuh oleh kemacetan dan langganan banjir rob.
- Pembangunan Flyover Banjarmasin Kehadiran jalan layang (flyover) pertama di Banjarmasin berhasil mengurai titik kemacetan krusial sekaligus mempermodern wajah ibu kota provinsi.
- Pengaturan Jalur Logistik & Batu Bara Pembangunan underpass di Sungai Puting dan pembenahan jalur utama membuat arus lalu lintas jalan nasional (Km 0 menuju Tanjung) tak lagi terganggu oleh kendaraan berat pemegang angkutan batu bara.
- Renovasi Stadion 17 Mei Pembenahan stadion kebanggaan Banua ini memungkinkan PS Barito Putera menggelar laga kandang Liga 1 di markas sendiri, sebelum dinamika persepakbolaan nasional sempat memisahkan momen tersebut.
- Pengakhiran Krisis Listrik Lewat sinergi strategis antara Pemprov, perbankan (Bank Kalsel), dan PLN dalam pengembangan PLTU Asam-Asam—yang diresmikan pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri—krisis daya listrik di Kalsel berhasil teratasi.
- Solusi Antrean BBM Antrean panjang di SPBU berakhir setelah H. Rudy Arifin responsif menerima masukan para aktivis dan tokoh pers (di antaranya almarhum Muhammad Med, almarhum Faisal, almarhum Desmond J. Mahesa, almarhum Frans Samuel Ampung, H. Sukhrowardi, Fathurrahman selaku Ketua PWI saat itu, serta Ady Khairuddin dari Hiswana Migas). Beliau menerbitkan Surat Edaran larangan pengisian BBM subsidi bagi kendaraan dinas yang seketika mengurai kemacetan SPBU.
- Harmoni Ulama dan Umara Hubungan serta komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama senantiasa dijaga dengan baik melalui berbagai agenda keagamaan dan kemasyarakatan.
- Dukungan Terhadap Dunia Pers Kepemimpinan beliau memberikan perhatian besar pada peningkatan kapasitas jurnalis melalui pelatihan berkala, pers bulanan, hingga suksesnya penyelenggaraan Porwanas di Kalsel yang dibuka meriah di Stadion Demang Lehman, Martapura.
- Program Beasiswa Pascasarjana (S-2) Pemberian bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa Kalsel yang melanjutkan jenjang magister guna mencetak SDM unggul.
- Penguatan Kampus dan SDM Daerah Bantuan pendanaan sarana-prasarana untuk perguruan tinggi seperti ULM, IAIN (UIN Antasari), dan kampus lainnya dalam mendorong percepatan kualitas pendidikan tinggi di Banua.
Sebagai penutup momen penuh makna tersebut, sebuah bait puisi dipersembahkan untuk menandai perjalanan usia beliau:
PUISI UNTUK AYAHNDA H. RUDY ARIFIN (73 TAHUN)
Tujuh puluh tiga tahun langkah terbentang,
Di atas bumi yang tak pernah lelah berputar.
Ada jejak tawa dan air mata yang tenang,
Menyusun makna dalam lembar demi lembar.
Rambut memutih bagai kapas di ufuk sore,
Garis wajah adalah peta dari waktu.
Napas bersyukur mengalun pelan-pelan,
Sore menatap hari dengan damai di kalbu.
Tiada lagi amarah yang membakar dada,
Hanya kasih yang tulus memeluk semesta.
Tujuh puluh tiga tahun sebuah anugerah terindah,
Menuju senja dengan terang cahaya.
















