Ruang Diskusi Tan Malaka di Banjar, M Ali Syahbana: Madilog Masih Relevan di Era Digital
KBK.News, MARTAPURA – Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui perayaan, tetapi juga dengan menghidupkan kembali gagasan dan pemikiran para tokoh bangsa. Hal itu diwujudkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Banjar melalui kegiatan ruang diskusi untuk mengenal lebih dekat gagasan, pemikiran, serta karya Tan Malaka.
Kegiatan yang digelar di Perpustakaan Kabupaten Banjar, Selasa (18/8/2026), tersebut menghadirkan Kencana Wati sebagai pembicara kunci bersama tiga narasumber, yakni Anggota DPRD Banjar M Ali Syahbana, Najwa Azzahra, dan Hudan Nur.
Diskusi turut dihadiri mahasiswa, tokoh pemuda, serta kelompok pembaca di Kabupaten Banjar. Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menggali pemikiran Tan Malaka, khususnya mengenai pentingnya membangun pola pikir kritis dan rasional dalam menghadapi perkembangan zaman.
M Ali Syahbana mengatakan, salah satu pemikiran Tan Malaka yang dituangkan dalam karya Madilog masih memiliki relevansi kuat di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini.
“Madilog karya Tan Malaka masih sangat relevan di era digital saat ini,” kata Ali.
Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilah, menguji, dan memahami informasi secara kritis. Terlebih, generasi muda saat ini berhadapan dengan berbagai informasi yang belum tentu benar.
“Di tengah derasnya arus informasi, pemuda harus memiliki kerangka berpikir yang kritis, rasional, dan selalu berpijak pada kenyataan agar tidak mudah termakan hoaks maupun terlarut dalam ilusi dan kebiasaan berangan-angan yang tidak perlu,” ujarnya.
Ali menilai, pemikiran tersebut bukan sekadar teori, melainkan bagian penting dalam membangun mentalitas generasi muda yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Dengan membiasakan diri berpikir berdasarkan fakta dan data, lanjutnya, pemuda dapat lebih fokus menyusun langkah nyata untuk mencapai cita-cita. Kemampuan tersebut juga diharapkan mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu memberikan gagasan dan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
“Ini bukan sekadar teori, melainkan soal membentuk mentalitas berpikir yang tangguh. Dengan berpikir berbasis fakta dan data, pemuda dapat fokus menyusun langkah nyata untuk meraih cita-cita,” jelasnya.
Ia menambahkan, semangat kemerdekaan semestinya juga diwujudkan melalui kemerdekaan dalam berpikir, keberanian menguji sebuah informasi, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kenyataan.
“Pada akhirnya, cara berpikir yang kritis dan rasional ini diharapkan mampu melahirkan pemuda yang memberikan kontribusi yang berdampak dan berguna bagi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Melalui ruang diskusi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Banjar tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendiskusikan gagasan-gagasan yang dapat membentuk cara berpikir kritis, terutama di tengah tantangan era digital.
















