Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tabalong Tanggapi Berita Panas Rapat Paripurna Yang Nyaris Adu Fisik Melalui Status WA
KBK.NEWS TANJUNG — Pemberitaan terkait panasnya rapat paripurna DPRD Kabupaten Tabalong yang membahas anggaran dan beruujung nyaris terjadi adu fisik antara Ketua DPRD Riza fahlipi dengan Ketua Fraksi Gerindra Ari Wahyu Utomo ditanggapi melalui status WhatsApp atau WA.
Setelah diberitakan panasnya suhu politik saat paripurna DPRD Kabupaten Tabalong dan nyaris terjadi adu fisik antara Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi dari Partai Nasdem dengan Ketua Fraksi Partai Gerindra Ari Wahyu Utomo ramai mendapat sorotan masyarakat. Berita tersebut kemudian ditanggapi Ari Wahyu Utomo dengan membuat status di Whatshapp dan banyak dibaca masyarakat.
“Kami bersahabat hal yg sedang ramai di pemberitaan itu biasa dalam demokrasi beda pendapat politik. Inti nya tidak ada masalah dg Ketua DPRD Kanda Riza Fahlipi,” tulis politisi muda Partai Gerindra yang melenggang masuk Gedung DPRD Tabalong dengan suara terbanyak ini.
Sebelumnya diberitakan, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabalong yang dihadiri unsur Forkopimda di Gedung Graha Sakata, Tanjung menjadi sorotan. Pasalnya berlangsung panas dan hampir terjadi perkelahian antara Ketua DPRD Tabalong, Riza fahlipi dari Partai Nasdem dengan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tabalong, Ari Wahyu Utomo, Jumat (14/8/2026).
Ari Wahyu Utomo saat dikonfirmasi membenarkan suasana panas saat rapat paripurna antara dirinya dengan Riza fahlipi. Tetapi Ketua Fraksi Partai Gerindra ini membantah telah terjadi perkelahian. Ia tidak menjelaskan detail masalah yang membuat panas rapat paripurna di DPRD Tabalong.
“Tidak benar terjadi perkelahian, kalau perkelahian itu ada saling pukul. Kita sebagai wakil rakyat akan malu kalau sampai berkelahi, jadi tadi saat suasana panas saya menghindarinya,” jelas Ari, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Setelah suasana sudah tenang, beber Ari Wahyu Utomo, ia mendatangi Ketua DPRD Tabalong Riza fahlipi dan suasana cair serta bermaafan.
“Kami saling bermaafan dan Pak Ketua mengaku khilaf dan saya juga merasa salah jadi tidak ada lagi masalah,” imbuhnya.
















