KBK.News, MARTAPURA — Pemerintah Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, melaksanakan kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) berupa pembersihan Jalan Usaha Tani (JUT) Sungai Landung di RT 2.

Kegiatan tersebut menyasar jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan menggunakan mesin rumput dan parang, melibatkan sebanyak 19 orang pekerja yang terdiri dari 12 laki-laki dan 8 perempuan.

Kegiatan PKTD tersebut dipimpin langsung oleh Pembakal Tajau Landung, H Pahrurraji, bersama aparatur desa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama tiga hari dengan waktu kerja setengah hari, dimulai sekitar pukul 07.00 WITA.

H Pahrurraji mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menjaga akses jalan usaha tani agar tetap bersih, aman dan mudah dilalui masyarakat, khususnya para petani.

“Banyak manfaatnya, apalagi memasuki masa panen. Ini merupakan jalan usaha tani yang digunakan masyarakat untuk menuju persawahan. Dengan dibersihkan, para petani bisa lebih nyaman dan leluasa saat menggunakan jalan,” ujar H Pahrurraji.

BACA JUGA :  Identitas Mayat Perempuan Di Tajau Landung Terungkap

Menurutnya, kondisi jalan yang memiliki banyak tikungan membuat kebersihan dan keterbukaan akses menjadi penting untuk diperhatikan. Semak dan rumput yang tumbuh di sepanjang jalan dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

“Kami selalu memperhatikan jalan ini karena banyak tikungan. Kalau rumput dan semak dibiarkan tinggi, tentu bisa mengganggu pengguna jalan dan berpotensi membahayakan,” jelasnya.

Selain dimanfaatkan masyarakat Desa Tajau Landung, JUT Sungai Landung juga menjadi akses penting bagi warga Desa Keliling Benteng Ilir menuju kawasan persawahan mereka.

Karena itu, pemerintah desa berharap kegiatan pembersihan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat Tajau Landung, tetapi juga bagi petani dari desa sekitar yang memanfaatkan akses tersebut.

H Pahrurraji menegaskan, pemerintah desa akan terus berupaya menjaga dan memperhatikan kondisi infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat, terutama jalan yang menunjang aktivitas pertanian.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan para petani, sehingga akses menuju persawahan menjadi lebih nyaman dan aman digunakan,” pungkasnya.