Dalam Sepekan, 1.972 Warga Banjarmasin Terserang ISPA di Tengah Kabut Asap
KBK News, BANJARMASIN – Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, tercatat sebanyak 1.972 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah membenarkan adanya peningkatan kasus ISPA tersebut. Data itu dihimpun berdasarkan laporan sejumlah puskesmas di Kota Banjarmasin.
“Ya, betul warga Banjarmasin banyak yang terserang ISPA dalam sepekan ini,” ujar Yanuar.
Menurutnya, peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang melanda Banjarmasin akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah sekitar.
“Data warga yang terserang ISPA berdasarkan laporan puskesmas di Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Dinkes Banjarmasin, kata Yanuar, terus memantau perkembangan kasus ISPA sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Kita terus pantau dan memang penderita ISPA mengalami kenaikan yang diakibatkan kabut asap kiriman daerah tetangga,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker dan tidak terlalu lama berada di ruang terbuka.
“Jika keluar rumah hendaknya menggunakan masker dan usahakan tidak berlama-lama saat sedang di luar,” tambahnya.
Yanuar menyebut ISPA dapat menyerang berbagai kelompok usia. Namun, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, termasuk pekerja lapangan dan pengemudi ojek online, menjadi kelompok yang perlu lebih mewaspadai paparan asap.
“Kesehatan paru-paru menjadi penting dan hindari ISPA,” imbuhnya.
Dinkes Banjarmasin mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.
















